Genjot Investasi ke Desa

Melalui Program Prukades

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus mendorong realisasi investasi ke desa di Provinsi Bengkulu. Dorongan tersebut dilakukan Kemendes PDTT melalui program Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) dimana pada 2018 lalu, program ini telah mendorong pertumbuhan investasi di desa dan daerah transmigrasi lebih dari Rp 60 triliun.

Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo BSEE MBA mengatakan, belajar dari pengalaman dan keberhasilan program Prukades ditahun sebelumnya, sehingga dirinya mengundang Bupati-Bupati di Provinsi Bengkulu yang belum mengikuti prukades agar segera menyampaikan produk unggulan yang ada didaerahnya. Setelah produk unggulan disampaikan kepada Kemendes PDTT, pihaknya akan segera melaporkannya ke Kementerian terkait, dunia usaha, dan perbankan.

“Program Prukades sudah terbukti mendatangkan investasi di desa dan daerah transmigrasi, sehingga kita bisa mempercepat pengentasan daerah-daerah tertinggal dan daerah miskin di Indonesia termasuk di Provinsi Bengkulu,” kataMendes Eko saat menghadiri Workshop Prukades di Grage Hotel, kemarin (7/2).

Berdasarkan data pemerintah, masih cukup banyak daerah tertinggal di Provinsi Bengkulu, dan mayoritas berada di kabupaten. Bahkan Presiden Jokowi juga pernah mengaku bahwa angka kemiskinan di Bengkulu masih tinggi. Dimana mayoritas penduduk miskin ini tinggal di daerah-daerah tertinggal. “Harapannya dengan adanya program Prukades ini, tidak ada daerah tertinggal dan miskin di Bengkulu,” terang

Dengan Prukades, suatu daerah bisa meningkatkan perekonomian dan pendapatan masyarakat. Bahkan kemiskinan di desa juga bisa cepat teratasi jika masyarakat desa diberikan kesempatan untuk memiliki usaha. Permasalahannya, dalam kesempatan memiliki usaha itu masyarakat mengalami kesulitan karena tidak punya akses pasar yang menjanjikan, tidak tersedianya industri pasca panen, minim permodalan dan lain-lain.

“Karena itu, perlu ada langkah untuk mendatangkan akses pasar atau sarana pasca panennya ke desa-desa dengan mengembangkan produk unggulan di desa masing-masing atau membuat klusterisasi produk unggulan desa agar memiliki skala ekonomi yang besar,” tutur Eko

Untuk itu, Ia meminta setiap daerah menentukan tiga produk unggulan. Ketiga produk unggulan ini akan dihubungkan ke kementerian terkait, dunia usaha, dan perbankan untuk pengembangan Prukades tersebut. Dimana saat ini telah ada 343 Prukades yang terdapat di 148 kabupaten di 29 provinsi serta ada 18 komoditas yang diusahakan melalui kemitraan dengan 30 perusahaan. Sementara di Bengkulu baru ada kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Selatan yang telah menjalankan Prukades ini yaitu pembudidayaan ikan nila dan jagung. “Kita harapkan tidak hanya di kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Selatan saja, tetapi seluruh kabupaten diharapkan bisa mengikuti program prukades ini,” tutur Mendes PDTT.

Dengan menjalankan Program Prukades ini, maka daerah bekerjasama dengan swasta dan perbankan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa dan pendapatan masyarakat desa. Sehingga dapat mempercepat pengentasan kemiskinan dan pengangguran yang hasilnya dapat mensejahterakan masyarakat desa. “Kita berharap ekonomi masyarakat desa bisa meningkat khususnya yang ada di Bengkulu,” tutupnya.(999)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*