Generasi Muda Minati Punk

CURUP, BE – Gaya hidup punk, kini mulai menggerogoti kaum pelajar di Kabupaten Rejang Lebong (RL). Bayangkan saja, dari 44 anak punk yang diamankan Satpol PP beberapa waktu lalu, 75 persen di antaranya merupakan anak usia sekolah bahkan beberapa masih bertatus pelajar. “Hanya sedikit yang berasal dari luar daerah dan tidak berstatus sekolah. Karena saat melepaskan anak-anak tersebut usai penertiban, kita sengaja panggil orang tua mereka,” terang Kepala Satpol PP RL Drs Muradi, kemarin. Untuk itu, Muradi mengaku sudah memiliki data anak-anak punk yang berhasil diamankan, berikut asal sekolah para pelajar yang menggeluti tradisi punk, seperti potongan rambut mohawk ala suku Indian atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh. “Kita akan menghubungi sekolah dan orang tua yang bersangkutan,” terang Muradi. Penertiban yang dilakukan Satpol PP beberapa waktu lalu, didasarkan laporan masyarakat yang mengaku resah dengan keberadaan anak punk dan aktifitas mereka, meskipun anak-anak tersebut nongkrong di luar jam sekolah. Menurutnya, jika kegiatan perkumpulan punk tersebut positif bagi mereka dan lingkungan tidak masalah untuk dikembangkan. Hanya saja, kalau aktifitas yang ditemukan saat ini, mereka berkumpul untuk minum tuak, menghisap lem aibon, dan berkumpul sesama jenis jelas menghawatirkan. “Bukan apa-apa, kita memikirkan masa depan anak-anak tersebut. Kalau prilaku yang diadobsi sudah tidak benar,” terang Muradi.

Dari Inggris
Awalnya punkers -sebutan anak punk- sendiri merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik. Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun kadang-kadang kasar, beat yang cepat dan menghentak. Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal. (999)