Generasi Milenial Dominasi Kecelakaan

FOTO: Abdul Haris, SE

PT Jasa Raharja Gencarkan  Sosialisasi Keselamatan

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Korban kecelakaan lalu lintas di Bengkulu didominasi generasi milenial. PT Jasa Raharja mencatat, hingga Juni 2019 angka kecelakaan generasi milenial meningkat menjadi 36,36 Persen dari tahun sebelumnya. Kepala Cabang PT Jasa Raharja Bengkulu Abdul Haris, SE mengatakan sangat miris dengan kejadian tersebut, karena generasi milenial merupakan aset bangsa yang diharapkan menerima tongkat estapet negara ke depan.

“Mereka ini adalah aset Negara untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang dan Menyangkut generasi para penerus bangsa kita, cukup miris memang jika melihat kenyataan tersebut bahwa banyak generasi penerus bangsa ini yang justru harus meninggal hanya karena kecelakaan lalu lintas,” Ucapnya.

Dia mengatakan, keadaan ini sangat memprihatinkan, karena mayoritas korban kecelakaan tersebut justru dialami oleh orang-orang yang sedang berada diusia sangat produktif yaitu kisaran usia 15 hingga 29 tahun. Karena itu, PT Jasa Raharja Cabang Bengkulu terus menganjarkan programnya agar generasi milenial ini taat berlalulintas.

Selain melakukan sosialisasi, edukasi serta pendekatan-pendekatan ke sekolah-sekolah. Jasa Raharja juga membuat Spanduk-spanduk ke sekolah-sekolah keseluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Hal ini dilakukan agar dengan cara ini bisa menyentuh dan membuat anak milenial tertib dan taat dalam berkendara sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. “Saat ini kita terus melakukan sosialisasi dan edukasi ke sekolah-sekolah. Dalam waktu dekat kita juga akan melakukan pemasangan spanduk-spanduk ke sekolah-sekolah dengan kata-kata yang dapat menyentuh hati anak-anak milenial, agar lebih tetib lagi dalam berkendaraan,” tutur Abdul Haris.

Selain itu juga untuk diketahui PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bengkulu menerapkan “sistem jemput bola” untuk memastikan pembayaran santunan untuk korban kecelakaan lalu lintas jalan dan angkutan penumpang umum secara tepat waktu. Sistem Jemput Bola ini bertujuan untuk mempermudah pengurusan santunan klaim kecelakaan. Setelah semua pengurusan administrasi selesai, maka proses pembayaran santunan dapat dilakukan hari itu juga. “Kami berupaya menjadi penolong pertama bagi korban kecelakaan, dengan cara jemput bola,” jelas Abdul Haris.

Dia menjelaskan, perlakuan sistem jemput bola tidak hanya untuk kasus yang korban meninggal dunia, tetapi Korban luka-luka yang dirawat di rumah sakit. Jasa Raharja cabang Bengkulu akan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memberi kepastian jaminan, selama mereka menjalani perawatan.

“Respon cepat dan tanggap yang terus dilakukan oleh seluruh jajaran Jasa Raharja Cabang Bengkulu untuk menangani korban kecelakaan lalu lintas,” Jelasnya.

PT Jasa Raharja Cabang Bengkulu terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik dan tercepat kepada korban kecelakaan lalu lintas. Dengan cara berkoordinasi dengan pihak ke Polisian dan pihak terkait. “Kami akan terus memberikan pelayanan yang terbaik, agar pelayanan ini bisa dirasakan semua masyarakat,” katanya.

Harapan kedepannya agar masyarakat lebih taat membayar kewajibannya karena setiap pemilik kendaraan bermotor wajib membayar sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas. Hal itu untuk memberikan perlindungan kepada korban kecelakaan. “Apabila masyarakat tertib membayar sumbangan wajib, maka dana yang terkumpul dapat diberikan atau membantu korban kecelakaan,” katanya.

Untuk anak-anak milenial berhati-hatilah dalam berkendaraan, agar tidak kebut-kebutan, gunakan helm standar, “saling menjaga dan menghormati dengan kendaraan yang lain sehingga terjaga keselamatannya,” harapnya. (cik8)