GenBI Ikuti Capacity Building Era Digital

Peserta Capacity Building, menyambut Era Digital Foto bersama usai kegiatan. Rabu, (22/01/20)

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu, mengadakan kegiatan capacity building (pembangunan kapasitas) bagi pemuda bengkulu, khususnya anggota Generasi Baru Indonesia (GenBI) Bengkulu. Kegiatan yang diselenggarakan BI) ini diikuti sekitar 150 orang mahasiswa dari tiga perguruan tinggi di Provinsi Bengkulu, yaitu Universitas Bengkulu, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu dan IAIN Curup. Kegiatan bertema

“Mewujudkan SDM Unggul Dalam Menghadapi Era Ekonomi Digital” ini berlangsunng di Hotel Mercure, Bengkulu, Rabu (22/1/20).

“Dengan adanya kegiatan capacity building ini, kami berharap kedepannya pemuda Bengkulu mampu menjadi tulang punggung masyarakat, menumbuh kembangkan perekonomian dan menjadi agent of change diera digital,” kata Kepala Tim Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Rif’at Pasha saat memberikan sambutannya pada acara pembukaan kegiatan Capacity Building, Rabu (22/1/20).

Rif’at Pasha mengatakan, Setelah kegiatan ini dilaksankan BI meminta GenBI supaya menyiapkan program kerja yang dapat meningkatkan kapasitas diri. Demi mewujudkan SDM yang unggul. Untuk mewujudkan itu pada kegiatan ini BI mengundang pemateri Sylvano Damanik, selaku Wakil CEO Perusahaan konsultan ternama Korn Ferry, Cabang Jakarta. Perusahaan ini sendiri berpusat di Los Angeles, yang bergerak dibidang SDM (Sumber Day Manusia).

Pada penyampaian materinya, Sylvano menjelaskan, pemuda Bengkulu harus mempersiapkan diri menghadapi era ekonomi digital dimasa mendatang. Caranya, mulai dari mengasah kemampuan yang dimiliki dan minati. Setiap orang memiliki kemampuan masing-masing dan kemampuan tersebut harus diasah supaya menghasilkan sesuatu yang berguna. Sebab, era digital persaingannya ketat. Hanya pemuda yang memiliki kemampuan atau skill bisa menghadapi era digital. Bila semua pemuda memiliiki kemampuan maka visi Indonesiia menjadi negara besar pada 2045 bisa terwujud.

”Untuk itulah pentingnya pemuda memaksimalkan kemampuannya,” Tutur Sylvano.

Sylvano juga menambahkan, hal lain yang dibutuhkan pemuda dalam mengghadapi era digital. Pemuda harus bisa menyeimbangkan kemampuan berpikir dan bertindak. Kedua kemampuan tersebut haruslah berimbang, supaya dapat terealisasikan dengan baik. Sebuah kemampuan berpikir sangat dibutuhkan pada saat merencanakan sesuatu dan memprediksi resiko yang akan terjadi. Sedangkan, kemampuan bertindak dibutuhkan pada saat melaksanakan rencana yang sudah dibuat. “Dalam dunia pekerjaan diera digital keseimbangan antara kemampuan berpikir dan bertindak sangat dibutuhkan, karena pada situasi tertentu kita dituntut untuk mengerjakan sesuatu dengan segera dan pada situasi lain kita harus mempunyai rencana matang,” tambah Sylvano.

Selain kemampuan diatas, seseorang harus menguasai pula pola interaksi sosial guna meraih kepercayaan. Karena secanggih apapun teknologi, manusia tetaplah makhluk sosial yang tidak lepas dari interaksi. “Dengan materi yang sudah disampaikan tadi, saya harap anggota GenBI bisa benar-benar mewujudkan SDM yang unggul dan siap menghadapi era ekonomi digital,” tutupnya. (Mg2)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*