Gema Wondeful Belum Terasa

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Program besar Pemerintah Provinsi Bengkulu berupa Wonderful Bengkulu 2020 sudah di depan mata. Namun, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menilai program tersebut belum terasa gemanya.

Bahkan, puncak tahun 2020 ini, gaung tersebut justru turun.Ketua PHRI Provinsi Bengkulu, Sony Adnan mengatakan tujuan program besar itu tidak lain untuk mendongkrak wisatawan datang ke Provinsi Bengkulu.

“Sekarang sudah masuk tahun 2020, memang gaung wondefull itu belum terasa sampai sekarang,” terang Sony kepada BE,rabu (12/2).

Diterangkannya, gaung rencana wonderfull 2020 itu sangat terasa saat program itu baru dikenalkan. Namun, trennya turun sejak dua tahun terakhir.Program wonderfull hanya dianggap sebagai pelengkap kegiatan pemerintah.“Ya memang dalam dua tahun terakhir ini gaungnya turun.Pas saat dikenalkan dulu sangat luar biasa gaungnya,” paparnya.

Harusnya, menurut Sony, dimuali awal tahun ini, kegiatan wondeful itu sudah bisa dimulai. Semua persiapan telah dimatangkan. Bahkan wisatawan juga sudah mulai berdatangan.“Gaungnya seperti apa itu juga kita belum tau. Ini memang harus dipersiapkan secara matang,” tambah Sony.

Berbagai kegiatan wisata memang harus dilakukan. Selain kegiatan rutinitas pemerintah tingkat lokal, pemprov memang harus jeli dalam menarik kegiatan nasional dari pusat ke daerah. Karena dengan menarik kegiatan itu akan berdampak besar kepada masyarakat.

Mulai dari sektor wisata, kuliner, oleh-oleh dan lain sebagainya.“Bukan kegiatan yang biasa sudah pernah dilakukan. Tapi bagaimana menarik event nasional ke daerah. Kalau terjadi dampaknya akan besar untuk ekonomi masyarakat.” Tambah Sony.

Provinsi Bengkulu, menurut Sony, yang memiliki potensi besar ialah wisata. Maka hal tersebut harus dipersiapkan secara matang. Untuk potensi lain, seperti industri, tambah, perkebunan masih terlalu berat untuk mendorongnya.

Yang paling mudah ialah soal wisata. Karena dampak dari wisata bisa dirasakan oleh semua kalangan.“Memang potensi wisata ini yang harus didorong. Mau industri seperti provinsi tetangga, masih sulit. Karena wilayah kita bukan daerah perlitasan, tapi hanya tujuan,” tegasnya.

Untuk mengangkat itu semua, maka harus didorong penuh dengan anggaran. Seperti persiapan infrastruktur dan lain sebagainya, juga membutuhkan dukungan anggaran yang besar. Sehingga Bengkulu, juga bisa jadi Bali yang dikenal dengan wisatanya.

“Dukungan anggaran memang penting. Nah itu tugas pemerintah, untuk mendorong itu. Artinya, pemerintah memang harus fokus untuk masalah ini,” tutup Sony. (151)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*