Gelombang Tinggi Masih Terjadi

Gelombang tinggi disertai badai membahayakan bagi nelayan
MASIH TERJADI: Kondisi gelombang tinggi disertai badai di perairan Mukomuko masih daja terjadi, sehingga membahayakan bagi nelayan.

MUKOMUKO,Bengkulu Ekspress – Gelombang tinggi disertai badai masih terjadi di wilayah Kabupaten Mukomuko. Kondisi tersebut sangat membahayakan masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di perairan laut di daerah tersebut.

”Angin badai dan gelombang tinggi masih terjadi di laut,”ujar Nelayan Mukomuko, Buyung dikonfirmasi Bengkulu Ekspress, kemarin (5/8).

Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak baik itu, banyak nelayan memilih beristirahat. Ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kapal karam akibat dihantam ombak yang sering terjadi dan dialami nelayan.



”Jika cuaca buruk agar nelayan beristirahat atau tidak melaut,”tambah Sekretaris Nelayan Pantai Indah Mukomuko itu.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mukomuko, Eddy Aprianto SP MSi melalui Sekretaris, Rahmad Hidayat SPi menyampaikan, ketinggian gelombang di perairan mencapai empat meter lebih. Ketinggian tersebut sangat berbahaya bagi aktivitas nelayan dan berisiko tinggi bagi keselamatan. “Kapal maupun perahu nelayan kerap terjadi kecelakaan.

Terutama disebabkan terjangan ombak yang besar dan tinggi. Ini harus menjadi perhatian serius bagi nelayan yang tetap memaksakan diri melaut dengan kondisi cuaca yang belum bersahabat,”katanya. Berdasarkan prakiraan cuaca yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur, Padang.

Terhitung hari ini, hingga beberapa hari kedepan angin kencang dan gelombang tinggi, khusus untuk daerah Samudera Hindia Barat Kepulawan Mentawai hingga Samudera Barat Bengkulu, gelombang diprediksi dengan ketinggian tiga hingga tujuh meter.”Gelombang tinggi disertai angin kencang masih akan terjadi hingga beberapa hari kedepan. Khusus nelayan kita imbau beristirahat dan lebih berhati-hati,”ungkap Rahmad.(900)