Geledah DPRD Kota, Aliansi Pemuda Nyaris RIcuh

BENGKULU, BE – Puluhan pemuda yang tergabung dari Aliansi Masyarakat Menggugat Walikota, mendatangi kantor DPRD Kota Bengkulu. Kedatangan para pemuda ini guna menagih janji dewan, terkait penelusuran keberadaan Walikota. Namun, karena tak ada unsur pimpinan dewan yang terlihat membuat puluhan pemuda ini berang, dan sempat terlibat kericuhan saat menggeledah ruang ketua DPRD kota.

Berdasarkan pantauan BE, salah seorang penjaga yang berinisial MF, menarik baju salah seorang pemuda yang hendak masuk/sweeping ke ruang Ketua DPRD kota. Sontak pemuda tersebut memberontak, dan karena mendapati rekannya dihalang-halangi, puluhan pemuda lainnya langsung naik pitam dan nyaris bentrok dengan pegawai dan keamanan sekretariat DPRD kota.

Beruntung pihak kepolisian berpakaian preman (Intel) langsung menenangkan suasana, sehingga kericuhan dapat diredam. “Kami hanya ingin mengecek/melihat ada tidak ketua DPRD di ruangnya, dan sama sekali tidak ada niat ataupun berbuat kerusakan dan keributan, hanya sekadar ingin melihat,” kata Soni Taurus salah satu pemuda yang tergabung dalam aliansi tersebut.

Puluhan pemuda inipun akhirnya dibawa ke salah satu ruang pertemuan, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Aliansi masyarakat menggugat walikota ini sendiri sengaja datang menagih janji DPRD kota, yang beberapa waktu lalu menyatakan siap bersama-sama menelusuri keberadaan walikota.

“Kami minta orang itu tadi dapat dipanggil ke sini dan segera meminta maaf dengan kami, kalau tidak akan kami laporkan ke kepolisian,” tegas Feri Vandalis, juru bicara Aliansi masyarakat menggugat Walikota.

Atas kericuhan ini, pihak DPRD pun meminta maaf dan berharap hal serupa tak lagi terjadi di kemudian hari. Hanya saja, pihak dewan tak memenuhi keinginan aliansi ini, untuk menghadirkan penjaga ruang ketua DPRD yang dituding menjadi penyebab kericuhan, puluhan pemuda ini pun mengaku akan melaporkan hal ini ke pihak berwajib. Apalagi salah seorang rekan mereka mengalami luka lecet di bagian tangan saat terjadi kericuhan.

“Kami dengan segala hormat atas lembaga, kami meminta maaf yang setulus-tulusnya atas kejadian tadi. Semoga permohonan maaf kami ini dapat diterima dan berkenan bagi saudara-saudara sekalian. Dan kita harapkan ini tak terjadi lagi,” sampai Ketua Komisi II DPRD Kota, Suimi Fales, yang mewakili dalam penyampaian maaf kepada puluhan pemuda tersebut. (805)