Geger, Petani Kaur Ditemukan Tewas

TEWAS: Jenazah Rekasi saat ditemukan tewas tergeletak di perkebunan kopi daerah Air Jernih dekat Lokasi PLTMH Desa Bungin Tambun, dan dievakuasi di Puskemas Padang Guci, Jum’at (30/10).

PAGULU, bengkuluekspress.com – Masyarakat Desa Bungin Tambun II Kecamatan Padang Guci Hulu (Pagulu) Kabupaten Kaur, Jum’at (30/10) siang dibuat geger. Pasalnya, ada penemuan mayat laki-kali bernama Rekasi (35),warga setempat. Saat ditemukan, mayat korban yang bekerja sebagai petani itu dalam keadaan kaki melipat. Jenazah ditemukan di kebun kopi miliknya di kawasan perkebunan Air Jernih Desa Bungin Tambun II atau di dekat PLTMH II.

“Korban saat ditemukan sudah dalam sudah tidak bernyawa lagi dan diperkirakan korban meninggal sudah dua hari yang lalu,” kata Kapolres Kaur Polda Bengkulu, AKBP Dwi Agung Setyono S IK MH melalui Kapolsek Pagulu, Iptu Samsul Rizal SH, Jum’at (30/10).

Dikatakan Kapolsek, jenazah korban ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB Desa Bungin Tambun 2. Penemuan mayat ini bermula dari hari Rabu (28/10) korban pamit dengan keluarga untuk bertukang ke Desa Tanjung Kemuning dan selama tiga hari almarhum tidak ada kabar. Kemudian keluarga almarhum melakukan pencarian ke lokasi kebun kopi milik almarhum di daerah Air Jernih dekat Lokasi PLTMH.

Nah setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dalam keadaan terbaring dan tidak memakai baju dan menggunakan celana pendek kaki sedikit melipat ke belakang. Di lokasi warga menemukan tas warna hitam milik korban dan terdapat botol racun rumput jenis kontak. Oleh warga dan anggota Polsek Pagulu almurhum dibawa ke Puskesmas Padang Guci Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Kaur Utara Kabupaten Kaur untuk dilakukan visum guna mengetahui kematian korban.

“Untuk penyebab kematian korban kita belum tahu. Kita kini sedang melakukan pengembangan atau Pulbaket terkait penyebab kematian dan hasil pemeriksaan sementara ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban,” jelas Kapolsek. (618)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*