Gedung Sekolah Senilai Rp 300 Juta Terbengkalai

Siswa SMK N 4

Bakal Demo
 
KOTA BINTUHAN, BE–  Gedung sekolah senilai Rp 300 juta yang akan digunakan SMK N 4 Kelautan di Desa Merpas Kecamatan Nasal terbengkalai. Sebab hingga saat ini kelengkapan sekolah itu belum dipenuhi, sehingga tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Untuk menuntut agar dilakukan percepatan pembangunan sekolah itu, ratusan Siswa SMK N 4 akan melakukan demonstrasi ke Dispenbud Kaur.  Mereka akan menuntut agar bangunan itu dapat segera dimanfaatkan.

   “Padahal janjinya tahun ini bangunan itu sudah selesai, namun kenyataanya justru bangunan 3 lokal tak kunjung selesai bahkan terbelengkalai,” kata Ketua Osis  Dodi Andika kepada wartawan kemarin (8/10).

Ratusan siswa SMKN Kelautan akan mempertanyakan proses pembangunan sekolahnya tersebut. Sebab mereka masih menumpang di SMPN 1 Nasal, untuk kegiatan proses belajar mengajarnya setiap sore hari.   Dengan kondisi tersebut, mereka akan menggelar unjurasa menuntut percepatan pembangunan sekolah mereka.

“Kita akan mempertanyakan status sekolah SMKN kelautan itu, kenapa SMKN 7 yang ada di Desa Bukit Indah  sudah bangun dengan baik, padahal rencana pembangunan lebih dulu SMK Kelautan. Saat ini bangunan sekolah kami terbelengkalai,” ujarnya.

Sudah 2 tahun  berdirinya sekolah, tetapi mereka hingga saat ini masih menungpang disekolah orang lain. Dispenbud Kaur telah menjanjikan sekolah mereka sudah bisa ditempat sekitar Agustus lalu. Tapi kenyataanya,  sampai saat ini bangunan sekolah justru terbengkalai. “Banyak ditumbuhi rumput-rumput. Kemudian sekolah itu tiga lokal belum selesai. Aneh bagi kita semua siswa sehingga wajar kita mepertanyakan,” jelasnya.

Kadispenbud Kaur M Daud Abdullah SPd melalui Kabid Dikmen Japilus MTpd saat dikonfirmasi membantah pembangunan SMKN 4 itu  terbelengkalai. Gedung itu belum selesai karena bangunan tersebut  mengandalkan dana APBN dan APBD.

“Awalnya dananya dari APBD dan APBN sekitar Rp 300 juta untuk  pembangunannya sudah selesai namun untuk mobilernya yang masih perlu dianggarkan.  Maka kita menunggu dari dari APBN kemungkinan tahun depan akan dilanjutkanya,” katanya.

Ia mengakui tidak pernah menganak tirikan SMKN 4.  “Siswa harus sabar dan mengerti, untuk membangun itu butuh proses,” katanya. (823)