Gedung Sekolah Rusak Siswa SDN 75 Belajar di Tenda

Bakti/Bengkulu EkspressBANTUAN : Tim BPBD Kabupaten Benteng mendatangi sekolah yang rusak akibat terkena banjir guna menyalurkan bantuan, Minggu (5/5).

BANG HAJI, Bengkulu Ekspress– Banjir yang melanda Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) menimbulkan keprihatinan bagi pelajar SD Negeri 75 Kabupaten Benteng di Desa Air Napal, Kecamatan Bang Haji. Apa pasal? Sebanyak 3 ruang kelas belajar (RKB) rusak akibat diterjang banjir. Akibatnya, siswa terpaksa mengungsi dan menggunakan tenda yang dibangun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Benteng sebagai tempat belajar.

“Kami sudah menyiapkan tenda darurat agar bisa dimanfaatkan untuk kegiatan belajar dan mengajar (KBM),” ungkap Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Benteng, Drs Tomi Marisi MSi melalui Kabid Logistik dan Kedaruratan, Aan Supriyanto, kemarin.

Dikatakan Aan, BPBD telah menyiapkan tenda dengan ukuran 6×12 meter dan belum mencukupi kebutuhan. Beruntung, kata Aan, ada tambahan bantuan dari relawan bencana yang tergabung dari perkumpulan mahasiswa yang juga menyiapkan tenda berukuran cukup besar. “Atas partisipasi dan dukungan relawan bencana, ruangan yang dibutuhkan sudah mencukupi,” papar Aan.



Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Benteng, Saidirman SE MSi mengatakan sebanyak 18 gedung sarana pendidikan yang terkena dampak bencana dengan berbagai kerusakan (selengkapnya lihat grafis,red). Rinciannya, 3 SMP, 7 SD, 1 gedung satuan pendidikan non formal sanggar kegiatan belajar (SKB) serta 7 PAUD.

“Meskipun terkena dampak bencana, aktivitas sekolah kami upayakan tetap berjalan. Dewan guru dan relawan juga telah banyak membantu dalam membersihkan lumpur pasca banjir,” kata Saidirman.

Terkhusus sekolah yang mengalami kerusakan dan tak memungkinkan untuk menggelar KBM, Saidirman mengaku pihak sekolah akan melakukan berbagai upaya agar siswa tetap mendapatkan pendidikan. Terlebih lagi, lanjut Saidir, akan digelar ujian semester tingkat SD dan SMP pada tanggal 13 Mei 2019 nanti. “Jika memang ruangan tak memungkinkan, ujian semester tetap harus dilaksanakan. Bisa saja di rumah warga ataupun di sekolah terdekat,” kata Saidirman.

Terpisah, Penjabat (Pj) Sekda Benteng, Edi Hermansyah SSi MSc PhD menegaskan bahwa penanganan pasca bencana akan menjadi skala prioritas Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Benteng. “Perbaikan sarana dan prasarana serta infrastruktur yang terkena dampak bencana akan diprioritaskan. Perbaikan dan rehab akan dilakukan dengan dana dari APBD-Perubahan,” tandas Edi.(135)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*