Gebyar SMK jadi Event Tahunan

1. Ist/Bengkulu Ekspress
Pembukaan kegatan Gebyar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sport Center, Pantai Panjang Kota Bengkulu, pada Sabtu (29/9), ditandai dengan pemukulan Dol bersama.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Pelaksanaan kegatan Gebyar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sport Center, Pantai Panjang Kota Bengkulu, pada Sabtu (29/9), dipantau Direktorat Pembinaan SMK Kementerian pendidikan dan Kebudayaan RI, Pitoyo Nugroho. Pitoyo mengharapkan Gebyar SMK yang sangat bermanfaat ini dijadikan event tahunan di Bengkulu.

Menurut Pitoyo, Gebyar SMK di Bengkulu, berlangsung sagat baik. Di sini para siswa SMK dituntut bisa membuat produk, menghasilkan dan menjual produk dengan harga yang kompetitif. Program SMK seperti ini, kata Pitoyo, harus diadakan minimal setahun sekali, dan perlu dilakukan di kawasan banyak pengunjung. “Kalau tahun ini di sini (sport center) tahun depan bisa di mall atau tempat yang strategis lainnya,” sarannya.

Pitoyo mengapresiasi atas karya siswa SMK di Bengkulu, yang dinilainya lumayan apik dan dijual dengan harga terjangkau. Ada jasa kecantikan, jasa layanan kesehatan dan layanan servis motor, serta pengolahan makanan khas Bengkulu. ”Kalau di Jakarta jasa yang dikeluarkan ini satu tangan bisa dibandrol Rp 100 ribu, disini sangat terjangkau sekali,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Provinsi Bengkulu Drs Budiman Ismaun MPd, saat dikonfirmasi Bengkulu Ekspress menyatakan, siap menjadikan gebyar SMK sebagai agenda tahunan. Anggaran kegiatan yang saat ini masih menggunakan swadana dari sekolah, kedepan akan usulkan menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Diakui Budiman, gebyar SMK digelar atas instruksi dari Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah tersebut berlangsung sukses.



”Alhamdulillah, antusiasme masyarakat mengyaksikan dan menggunakan layanan jasa SMK cukup tinggi. “Respon masyarakat sangat positif, kedepan perlu disemarakkan lagi,” ucapnya.

Pada Gebyar SMK kali ini baru sebagian sekolah berpartisipasi. Dampaknya, karya siswa berbau teknologi yang dipamerkan masih sangat terbatas. Budiman berharap, kegiatan semacam ini nantinya melibatkan seluruh SMK di Bengkulu.

Sekaligus, pameran hasil karya kerajinan lengkap baik nuansa modern maupun tradisional. Hasil karya siswa SMK, kata Budiman, tak kalah bersaing dengan yang ada di pasaran. Untuk itu, dia mengimbau agar dunia usaha mau peduli memasarkan produk sekolah yang telah ada hak patennya. Setibanya di Sport Center, sekitar pukul 09.30 WUB, Pitoyo langsung menuju Stand SMKN 3 Bengkulu, dan stand pameran lainnya. (247)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*