Gebyar Muharam Ditutup, Tawuran

CURUP, BE – Tawuran dua kelompok remaja terjadi Selasa malam (20/11) sekitar pukul 21.30 WIB, di Lapangan Setia Negara Curup.  Tepat pada saat kegiatan penutupan rangkaian lomba MTQ ke-39 dan festival seni budaya bernuansa Islam 1434 Hijriah.

Aksi tidak terpuji dan tidak layak dicontoh tersebut diduga melibatkan puluhan remaja berasal dari Kelurahan Pelabuhan Baru, Pasar Atas Kecamatan Curup Tengah dan anak remaja dari Kelurahan Air Sengak Kecamatan Curup tersebut sempat diwarnai dengan aksi kejar-kejaran menggunakan senjata tajam (Sajam) jenis pisau dan pedang.
Beruntung di tengah aksi aparat kepolisian segera mendatangi lokasi keributan, sehingga aksi tersebut tidak sampai meluas dan menelan korban.

Belum jelas apa yang penyebab pasti terjadinya aksi tawuran ini. Hanya saja, dari informasi yang berhasil dihimpun wartawan, aksi brutal tersebut terjadi sebagai aksi lanjutan keributan antara 2 kelompok remaja kedua daerah tersebut yang terjadi beberapa hari yang lalu.

“Mulanya yang berkelahi itu satu orang, tetapi kami tidak terima, sebab mereka mengatakan bahwa kami anak-anak Air Sengak ini penakut. Jadi kami tantang mereka untuk berduel di lapangan Setia Negara ini,” ujar Rabdul (13), salah satu anak remaja warga Air Sengak.

Tak hanya itu saja, lanjut Rabdul, awal keributan pertama kali antara kedua belah pihak juga dipicu oleh aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh anak remaja Pasar Atas terhadap salah satu anak remaja kelurahan Air Sengak.  “Sebenarnya, masalah itu sudah selesai, tetapi anak remaja Pasar Atas masih ngotot ingin ngajak berkelahi. Makanya saat malam mereka ternyata sudah pada ngumpul di Balai Agung, rame sekali.

Ya wajar saja kalau kami juga ngumpul untuk berjaga-jaga.  Buktinya, perkelahian tetap terjadi. Malah salah seorang dari mereka terllihat bawa Sajam,” cerita Rabdul.
Dikonfirmasi, Kapolres Rejang Lebong AKBP Edi Suroso SH melalui Kabag Ops, AKP Novi Ari SH membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Bahkan, di waktu yang bersamaan, jajaran Polres juga telah melakukan penyisiran di setiap sudut lokasi, serta melakukan penjagaan di lokasi untuk menghindari aksi tawuran susulan.  “Ini murni kenakalan remaja. Kami minta agar seluruh lapisan masyarakat, khususnya orang tua dapat melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya, sehingga tidak terjurumus ke dalam lingkungan yang negatif,” tegas Novi. (999)