Gawat Rabies, Stok VAR Nihil

TAIS, BE- Kasus dugaan penyakit rabies di Kabupaten Seluma makin gawat. Pasalnya, sejak semester pertama tahun 2012 lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Seluma kehabisan stok Vaksin Anti Rabies (VAR) karena terdapat lebih dari 50 kasus warga digigit anjing.

Hingga Oktober ini permintaan VAR dari masyarakat yang menjadi korban gigitan anjing dan hewan penyebar rabies lainnya terus bertambah. Sedangkan stok vaksin tak kunjung datang.

Kepala Dinkes Seluma, H Yansyah Nawawi SKM MKes mengakui perihal tersebut. Dikatakannya, 10 hari pertama Oktober ini, pihaknya sudah menerima laporan  warga digigit anjing terduga rabies, 2 orang dari Puskesmas Masmambang Talo dan 1 orang dari Puskesmas Rimbo Kedui Seluma Selatan. Menyikapi masalah tersebut, kata Yansyah, pihaknya hanya dapat memberikan surat rekomendasi ke Dinkes Provinsi untuk meminta VAR.

Diakui Yansyah, warga yang menjadi pasien dan korban dugaan rabies di Kabupaten Seluma saat ini hampir menembus jumlah 100 orang.

”Kasus dugaan rabies di kita meningkat. Kita sudah kehabisan VAR sejak Juni lalu. Sementara kita belum punya stok, karena biasaynya stok VAR disuplai dari Dinkes Provinsi. Sedangkan anggaran pengadaan VAR di APBD Kabupaten sementara ini belum ada,” kata Yansya Nawawi mengaku khawatir dengan kasus tersebut.

Menurut Yansyah, untuk menekan angka penyebaran virus sangat mematikan itu dibutuhkan kerjasama lintas sektoral. Karena sumber penyebaran rabies dari hewan piaraan, maka dibutuhkan program pemberantasan rabies dari instansi kesehatan hewan secara massal. Sedangkan Dinkes Seluma hanya menangani orang yang sudah terkena rabies.

”Kalau pandangan kita, yang leih efektif menekan kasus rabies ini adalah memberi vaksin hewan-hewan piaraan. Vaksin hewan biayanya lebih murah, sekitar butuh Rp 50 ribu per ekor. Sedakan untuk biaya vaksin terhadap orang terduga rabies itu dibutuhkan biaya sekitar Rp 700 ribu,” kata Yansyah Nawawi. (444)