Gas LPG 3 Kg Kembali Meroket



IRUL/BE
GAS: Gas LPG 3 Kg saat tiba di pangkalan Kecamatan Kaur Selatan dan siap didistribusikan kepada agen, Senin (16/9).

BINTUHAN, BE – Beberapa minggu terakhir ini, masyarakat Kabupaten Kaur khususnya Kecamatan Kaur Selatan dan Maje mengeluhkan kesulitan mendapatkan gas 3 kg atau gas melon. Meskipun ada harganya selangit. Sejak kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg harganya meroket dari harga subsidi Rp 23 ribu menjadi Rp 30 ribu pertabung. Walaupun pemerintah daerah terus berupaya menekan harga tabung bersubsidi berbentuk melon tersebut.

“Sekarang ini gas elpiji 3 Kg sulit dicari dan kalaupun ada itu harganya sudah mahal Rp 30 ribu, dan kalau di pelosok itu sudah Rp 35 ribu,” ujar Melpa (43), salah satu warga Kecamatan Kaur Selatan, kemarin (16/9).

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, hampir di seluruh agen maupun pangkalan mengaku kehabisan stok gas karena memang dari pihak Pertamina yang memasok sedikit, sedangkan permintaan meningkat sehingga gas 3 kg menjadi barang langka dan terkesan menghilang di pasaran. Kelangkaan gas melon ini mulai ia rasakan sekitar seminggu terakhir.“Sekarang ini mau berapapun harganya masih kita beli ini karena kebutuhan. Tapi sekarang ini cari gas melon ini susah,” keluhnya.

Menyikapi hal ini, Distributor tunggal Elpiji Kaur, Manager PT Kaur Indah Permai, Susi Katarina, mengakui saat ini tidak ada pengurangan pasokan gas elpiji untuk Kabupaten Kaur, termasuk juga menaikan harga. Hanya saja yang bisanya bikin ulah itu sejumlah warung-warung yang menjual gas tanpa izin resmi. “Mereka ini antre di pangkalan kemudian menyimpan banyak banyak dan menjual tanpa aturan,” ujarnya.

Ditambahkannya, terkait dengan adanya pemilik warung yang datang berulang-ulang dan ngantre tersebut, dia mengaku seharusnya hal itu menjadi perhatian serius sejumlah pangkalan. Dia meminta pangkalan dapat lebih teliti. Kalau ada warga yang mengulang ngulang antri sebaiknya tidak diberikan gas. Hal ini mengingat masih banyak warga lain yang pada hari berikutnya membutuhkan gas datang ke pangkalan.

“Sebaiknya pemilik pangkalan lebih selektif lagi, jangan sampai terjadi ada warung yang mengambil kesempatan dalam gas subsidi ini, jadi subsidi itu diberikan tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan,” tandasnya. (618)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*