Garuda Bidik Target 80 Persen

PT Garuda Indonesia Airlines Tbk membuka kembali penerbangan rute Jakarta-Taiwan pada Kamis malam (24/5). Dengan rute baru ini, pengguna jasa Garuda nantinya dapat melanjutkan penerbangan ke beberapa destinasi seperti San Francisco dan Los Angeles. Sebab, Garuda melakukan kerja sama jaringan dengan China Airlines. Peresmian dilaksanakan secara simbolis dengan melepas keberangkatan penumpang GA 852 oleh EVP Marketing & Sales Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan di Gate E4 Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. ”Sebelumnya Garuda pernah melayani penerbangan Taipei (Taiwan) hingga 2004,” tutur Elisa.

Penerbangan ke Taiwan dilayani setiap harinya dengan jadwal keberangkatan dari Jakarta (GA 852) pukul 23.45 WIB dan tiba di Taiwan pada pukul 06.15 LT. Terbang kembali dari Taiwan (GA 853) pukul 09.50 LT dan tiba di Jakarta pada pukul 14.10 WIB. Penerbangan menggunakan pesawat jenis Boeing 737-800 NG dengan kapasitas kursi sebanyak 156 penumpang, konfigurasi 12 kelas bisnis, dan 144 kelas ekonomi. Targetnya, tingkat keterisian penumpang rute Jakarta- Taiwan ini mencapai 80 persen dalam setahun. Pangsa yang dibidik adalah kalangan bisnis, wisatawan dan tenaga kerja Indonesia di Taiwan. ”Pembukaan kembali rute Jakarta-Taipei untuk mendongkrak market internasional. Salah satu pertimbangannya melihat sisi perdagangan yang meningkat,” kata EVP Service Garuda Faik Fahmi.

Pembukaan rute ini diyakini dapat menjembatani dan meningkatkan perdagangan serta pariwisata antara kedua kota. Melalui program pengembangan network, sebelumnya Garuda Indonesia juga telah membuka rute Denpasar-Haneda pada April lalu. Melalui program pengembangan perusahaan Quantum Leap, khususnya program pengembangan armada, pada 2012 ini Garuda Indonesia juga akan menerima 21 pesawat baru. Terdiri dari 4 B737-800NG, 2 A330-200, 10 pesawat A320 untuk Citilink, dan lima pesawat sub-100 Bombardier CRJ1000 NextGen.

Sekadar diketahui, demi mencapai target pertumbuhan jumlah penumpang sebanyak 45 juta pada 2015, PT Garuda Indonesia menjalankan strategi penambahan armada dan rute penerbangan. Target perolehan penumpang tersebut terdiri atas 35,20 juta penumpang Garuda Indonesia dan 9,8 juta penumpang Citilink, unit bisnis low cost carrier Garuda.

Tahun ini, target Garuda mengangkut 22 juta penumpang. Artinya, jumlah itu akan meningkat 104,54 persen pada 2015. Untuk mencapai target tersebut, pada 2012 Garuda akan membuka rute-rute baru serta menambah frekuensi. Sementara itu, beberapa waktu lalu Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar menjelaskan bahwa PT Garuda Indonesia Tbk mencatatkan rekor pada triwulan pertama 2012 dengan mencetak laba komprehensif sebesar USD 4,9 juta. Padahal di tahun-tahun sebelumnya, maskapai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini selalu mengalami kerugian di triwulan pertama. Di triwulan pertama tahun lalu, misalnya, Garuda masih mencatatkan rugi komprehensif mencapai minus USD 19,34 juta. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kuartal pertama menjadi bisnis yang berat bagi dunia penerbangan. Banyak penumpang penerbangan menahan diri untuk bepergian. Emirsyah membagi kiat suksesnya. Dia menjelaskan, Garuda membuat travel fair dan program early bird. Garuda mencatat pendapatan usaha sebesar USD 717,45 juta pada kuartal I-2012. Pendapatan tersebut naik 23 persen dari kuartal yang sama tahun lalu. ”Laba komprehensif periode berjalan didapat dari pendapatan USD 717,45 juta atau naik 23 persen dibanding tahun lalu yang sebesar USD 583,30 juta,” kata Emirsyah. (**)