Gara-gara Facebook, Mahasiswa Diamankan

mahasiswa diperika karena hina polisiKOTA MANNA, BE – Ar (22) seorang mahasiswa semester 8 salah satu PTN di Bengkulu saat ini diamankan di Mapolres Bengkulu Selatan. Ar yang juga warga Desa Sulau Kecamatan Kedurang Ilir diamankan sekitar pukul 11.30 WIB. Polisi mengamankan oknum mahasiswa itu gara-gara membuat status di jejaring sosial Facebook yang menyudutkan pihak kepolisian.

Kapolres BS AKBP Yohanes Hernowo SIK MH melalui Kasat Lantas Iptu Septa Firmansyah didampingi Pjs Humas Polres Bripka Sudarminto membenarkan kalau pihaknya telah mengamankan pelaku penghinaan terhadap polisi itu.

Terungkapnya kasus ini bermula saat anggota Polres membuka Facebook
dan mendapati status pelaku yang isinya menjelekan lembaga kepolisian. Secara kebetulan pada saat itu pelaku sedang membuat SIM di Mapolres.

Oleh polisi, pelaku langsung diamankan untuk dimintai keterangan. “Mahasiswa itu langsung kita amankan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan saat ini sudah dilimpahkan ke Satreskrim untuk penanganan lebih lanjut,” terangnya.
Sementara itu, pelaku mengakui menulis status di Facebook yang menyudutkan kepolisian. Hal itu dilakukan karena merasa kesal dengan tindakan polisi. Status itu dibuat pada Rabu (23/1) siang kemarin sekitar pukul 13.19 WIB.

Awal mula pelaku mengungkapkan kekesalannya dikarenakan saat berada di Kota Bengkulu dirinya kehilangan dompet yang isinya SIM, STK dan KTP. Setelah meminta surat keterangan hilang dari kepolisian, dirinya pulang ke Bengkulu Selatan. Dalam perjalanan, saat di Seluma ada razia kendaraan bermotor yang digelar Polres Seluma.

Saat dihentikan oleh anggota polisi yang melakukan razia, saat diperiksa kelengkapan surat, pelaku hanya menunjukan surat bukti kehilangan.

Akan
hal itu tidak diterima oleh anggota polisi yang melakukan razia dan tetap memberikan denda kepadanya. Setelah menyerahkan uang Rp 150 ribu kepada polisi, pelaku diperbolehkan pulang.”Saya kecewa pak, masa surat keterangan hilang tidak berlaku dan saya masih dimintai uang oleh polisi baru dibolehkan pulang. Akhirnya saya buat status itu,” ucapnya.(369)