Ganti Pola Tanam

foto:IST

DINAS Pertanian (Dispertan) Kaur berharap sejumlah petani padi yang berada di Kabupaten Kaur dapat menerapkan sistem tanam padi baru, sebab dengan menggunakan metode ini selain dapat mengurangi serangan hama penyakit tikus juga dapat dengan mudah mengontrol tanaman padi.

“Petani menerapkan pola baru ini belum banyak, dan pola ini sebenarnya sangat baik sekali, karena dapat mengatasi hama tikus,” kata Kepala Dispertan Kaur, Nasrul Rahman S Hut Msi, kemarin (14/1).

Dikatakannya, sistem itu dikenal dengan istilah sistem tanaman padi jajar legowo itu, disejumlah daerah sudah berapa tahun terakhir menerapkannya. Yang mana jarak penamanannya diatur yakni di setiap lima atau enam baris tanaman padi diberikan ruang satu baris kosong dengan ruang selebar satu jarak tanaman padi. Sistem itu saat ini mulai disosialisasikan dengan petani di berbagai kecamatan sejak berapa tahun terakhir.

“Masih banyak yang belum menerapkan sistem ini, kita juga tak bosan bosannya menyosialisasikan agar berpindah sistem tanam lama,” terangnya.

Lanjutnya, dengan menggunakan sistem ini, sangat membantu untuk mencegah dan meminimalisir gangguan hama padi seperi tikus. Selain untuk memudahkan pemupukan juga hasil produksi padi dan kualitas gabah semakin meningkat. Meningkatnya hasil ini lantaran gabah yang berada di pinggir akan mendapatkan sinar matahari banyak.

Sehingga gabah yang dihasilkan juga lebih baik dan bisa menghasilkan berlimpah. “Yang terpenting, hama tikus juga mudah dibasmi sebab ada jarak dan mudah diburu. Sedangkan hama tikus merupakan salah satu hama yang menjadi momok petani,” tuturnya. Ditambahkannya, beberapa kecamatan sudah dilakukan sosialisasi dan di beberapa hamparan sawah saat ini sudah banyak menerapkan.

Diharapkan sistem ini ke depannya menjadi sistem yang dibiasakan oleh petani selain memudahkan mengontrol tanaman pemupukan dan penyemprotan juga dinilai dapat dengan mudah dilakukan. “Kebanyakan selama ini petani penanam padi tak memberikan jarak dengan tanaman lainnya, sehingga sulit dikontrol dan saat pembasmian hama juga akan mengalami kendala,” tandasnya.(618)