Gangguan Jiwa, Warga Direhabilitasi

setres2BINTUHAN,BE-  Dinsosnakertran Kaur telah melakukan rehabilitasi terhadap warga berinisial NM (40) Warga Kinal Kecamatan Kinal. NM di laporkan oleh keluarganya ke Disosnakertran lantaran gaguan jiwa.

Pihak keluarga NM meminta agar Dinsosnekertran untuk melakukan rehabilitasi di Bengkulu. Jika tidak keluarga akan menjadi beban berat lantaran NM tersebut selalu meresahkan warga sekitar karena sering mengganggu. Makanya pihaknya meminta pihak Dinsosnakertran untuk membawa NM ke Rehbilitasi Sosial Bengkulu.

Kadisosnakertran Kaur Drs Edi Suardi B didampingi Kabid Rehabilitasi Sosial Harles SPd membenarkan atas laporan tersebut, namun pihaknya akan melakukan koordinasi dengan reahibilitasi sosial dibengkulu.

Mengingat ini permintaan keluarga besar NM yang diduga gangguan jiwa, maka pihaknya akan segera membawa sependerita ke Bengkulu dengan didampingi keluarga. “Memang saat kita cek surat dan dokumen yang menerangkan NM gangguan jiwa, surat keteranganya pun baik dari kepala desa dan pukesmas. Namun kita tetap akan mengcek dirumahnya terlebih dahulu sebelum diberangkatkan,” jelas Edi.

Sesuai penjelasan keluarga korban, tambah Edi, NM sudah 3 tahun ini mengalami gaguan jiwa sudah berapa kali berobat namun tidak ada perubahan. Bahkan penyakitnya semakin parah, selalu berteriak bahkan setiap orang lewat melintas rumah selalu diganggu. Makanya pihak kelurga mengusulkan agar dibahawa di rehabilitasi sosial di Bengkulu melalui Dinsosnekertran.

“Kita tetap membantunya dengan koordinasi dengan rehabilitasi di Bengkulu, namun dengan catatan jika sudah di rehabilitasi maka setiap sebulan sekali kelurga harus menjengungnya. Jangan sampai keluarga yang sakit ditelantarkan,” jelasnya.

Disisi lain, pihaknya tetap akan melakukan pengontrolan selain usulan dari keluarga jika ada warga gangguan jiwa. Namun khususnya orang gila yang berada dijalanan, hal ini bukan tanggung jawan kabupaten, namun pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan bengkulu, karena penangananya orang gila yang ada dijalanan tanggung jawab Provinsi Bengkulu.

“Kita akan usahakan pemantauan jika adaorang gila namun semuanya nantinya ditnggung provinsi, memang unuk saat ini khususnya kabupaten Kaur sesuai hasil data belum ada ditemukan orang gila dijalanan, kecuali ada laporan dari warga,” jelasnya.(823)