Galian C Milik Buyung Sahyar Dievalusi

TEK POTO :  Lokasi galian C milik Buyung Syahyar tampak lengang di Sungai Nasal karena masih dievaluasi (ROFI/BE)
Lokasi galian C milik Buyung Syahyar tampak lengang di Sungai Nasal karena masih dievaluasi (ROFI/BE)

BINTUHAN, BE- Galian C yang berada di Sungai Nasal, Desa Suku Tiga kecamatan Nasal akan dievaluasi oleh Pemkab Kaur. Sebab terdapat  dugaan galian tersebut melakukan penggalian diluar
area yang ditentukan.

“Kita sudah mendengar banyak keluhan warga yang berada di lokasi tersebut, ada sebagian sawah dekat  dengan lokasi galian telah longsor. Kemudian irigasi pertanian jadi terganggu. Hal ini sudah kita sikapi bersama,” ujar Kadishutbang ESDM Kaur Ir H Ahyan Endu melalui Kabid Pertambangan Hary MT  Laksana ST,  kemarin.

Menurutnya, pihaknya memang sudah melakukan penyelidikan bahwa sawah longsor itu akibat kikisan air Sungai Nasal. Sehingga pihaknya meyakini tidak mungkin, karena jarak sawah dan lokasi galian 500 meter.

Namun hal ini pihaknya masih mengkaji karena lokasi galian C milik Buyung Sahyar ada 9 titik. “Apakah dari 9 titik tersebut sudah membuat sawah warga longsor atau tidak masih dalam pengakajian, kita tetap akan melakukan pengecekan kembali,” jelasnya.
Disisi lain, kata Hary, selain sawah yang longsor juga ada laporan soal adanya dugaan irigasi rusak lantaran karena galian C tersebut.

Hal ini pihaknya juga belum mengetahui persisi. Karena pada saat pengecekan hanya melihat sawah yang longsor dan apakah galian itu juga keluar dari lokasi yang ditentukan. “Makanya agar lebih jelasnya pihaknya tetap akan melakukan evaluasi, karena galian C milik buyung  Sahyar itu sudah lama sekali sejak pemerintahan Bengkulu Selatan. Makanya masih dalam evaluasi pihak  Dinas, namun untuk melakukan evaluasi tersebut tentunya melibatkan tim teknis,” jelasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kaur H Sonuhdi SE menjelaskan jika galian C itu sudah lama belum dilakukan pengistirahatan. Maka Sungai Nasal bakal meluap karena galian C milik Buyung Sahayar itu sudah belasan tahun, jika izinnya habis selalu diperpanjang terus menerus.”Inilah yang dilakukan Pemkab  Kaur tidak mengkaji kembali, mana galian C yang berbahaya bagi masyarakat atau tidak. Namun hanya  keuntungan saja yang diterima namun PAD Galian C juga minim sama sekali,” jelasnya.(823)