Galery Kerajinan Napi Diresmikan

Sesditjen Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Dra Sri Puguh Budi Utami Bc IP MSi didampingi Kadiv Pas Kanwil Kemenkumham Provinsi Bengkulu saat peresmian galeri hasil kerajinan narapidana
Sesditjen Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Dra Sri Puguh Budi Utami Bc IP MSi didampingi Kadiv Pas Kanwil Kemenkumham Provinsi Bengkulu saat peresmian galeri hasil kerajinan narapidana

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Galery hasil kerajinan narapidana (napi) yang berada di area Rutan Kelas IIB Bengkulu resmi beroperasi, kemarin (27/2). Peresmiannya dilakukan Sesditjen Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Dra Sri Puguh Budi Utami Bc IP MSi. Fungsi dari galeri tersebut menjual hasil kerajinan tangan seluruh narapidana yang menghuni Lapas dan Rutan di Provinsi Bengkulu.

“Galeri ini dibuat salah satu tujuannya untuk meningkatkan kapasitas Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Artinya sudah selayaknya setiap Lapas atau Rutan ada produksi barang atau jasa yang bisa diterima publik,” jelas Sri Puguh.

Masih dikatakan Sri Puguh, syarat agar hasil keterampilan tersebut diterima masyarakat perlu adanya peningkatan keterampilan dari pada narapidana itu sendiri. Siapa yang bertanggung jawab meningkatkannya tentu Lapas atau Rutan tempat narapidana ditahan.

“Keterampilan napi harus lebih ditingkatkan. Hal ini juga berguna bagi mereka saat sudah keluar, mereka juga akan menghasilkan karya nantinya,” imbuh Sri Puguh.

Sri Puguh berharap, galeri yang berada di dekat Rutan Kelas II B Bengkulu tersebut hanya dijadikan tempat contoh barang yang dijual. Tentunya setelah proses pembuatan keterampilan sudah selesai baru akan dipajang digaleri tersebut. Jika ada publik yang tertarik hanya tinggal memesan. Tetapi dengan syarat produksi yang dimasukkan kedalam galeri jangan asal-asalan. Sehingga tidak menarik minat publik untuk membeli.

“Intinya jangan asal-asalan memproduki jika ingin laku,” pungkas Sri Dasa.
Kerajinan tangan karya napi tersebut beragam, mulai dari miniatur kapal, patung naga, pot bunga, lampu belajar, miniatur rumah adat dan masih banyak lagi.

Berkaitan dengan hasil keterampilan karya narapidana di Provinsi Bengkulu tersebut diapresiasi Sri Puguh Budi Utami. Hanya saja perlu strategi khusus agar produksi barang dan jasa tersebut diterima publik. Sebut saja hasil keterampilan yang lebih modern atau hasil karya yang lebih update. (167)