Galang Dana untuk Sulteng

coffe morning (4)
MEDI/Bengkulu Ekspress 
Coffe Morning dalam rangka menjaga sinergisitas antara Pemda Kota Bengkulu dengan stakeholder terkait, kemarin (3/10).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Kota Bengkulu merespon musibah gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng), yakni di Kota Palu dan Kabupaten Donggala yang terjadi beberapa waktu lalu. Melalui kegiatan Coffe Morning dengan mengundang seluruh kepala OPD, DPRD kota, pimpinan perbankan, pimpinan media, TNI/Polri, dan seluruh pihak swasta lainnya, dimanfaatkan oleh Walikota H Helmi Hasan SE untuk menggalang dana untuk para korban.

“Dalam hitungan beberapa hari, untuk Pemda kota saja sudah terkumpul Rp 150 jutaan, jadi kalau ditambah yang sekarang mungkin lebih karena, target kita sebanyak-banyaknya untuk mendonasikan kepada saudara kita di Palu,” kata Helmi usai membuka kegiatan Coffe Morning di halaman kantor DPRD Kota Bengkulu, kemarin (3/10).

Dijelaskannya, ini sebagai bentuk kepedulian Kota Bengkulu terhadap bencana yang banyak memakan korban di Sulteng tersebut. Karena, dulu pada waktu Kota Bengkulu dilanda musibah gempa dahsyat, daerah-daerah lainnya juga memberikan bantuan sehingga warga Kota Bengkulu bisa bangkit dari keterpurukan akibat bencana alam tersebut.

“Rencananya akan kita antarkan langsung, tetapi informasi terakhir belum kondusif untuk sekarang kita datang kesana, makanya masih ada waktu untuk kita mengumpulkan dana itu, termasuk bantuan pakaian, selimut karena informasi dari Palu mereka butuh itu. Sebab, mayoritas apa yang mereka miliki sudah hilang,” tutur Helmi.

Sementara itu, Staf Ahli Walikota Bengkulu, Toni Elfian yang bertindak selaku koordinator Donasi Korban Tsunami Sulawesi Tengah mengungkapkan, sumbangan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawah Pemerintahan Kota Bengkulu dan masyarakat umum lainnya telah terkumpul sebesar Rp 184 juta.



Selain itu, karena ini bersifat dadakan, maka bagi pihak yang ingin memberikan bantuan/donasi dapat diserahkan secara tunai atau melalui Rekening Bank Mandiri dengan nomor 1130007626512 atas nama Tony Elfian, paling lambat diterima hingga tanggal 15 Oktober mendatang.

“Penggalangan dana ini sudah kita buka sejak 1 hari setelah bencana itu terjadi dan sampai uang donasi ini terus bertambah, target kita sebanyak-banyaknya karena kita tidak buru-buru berangkat, karena situasi di Kota Palu itu tidak semudah yang dibayangkan, sehingga kita sambil menunggu keadaan kondusif,” ungkapnya.

 Kota Bengkulu Siaga Bencana

Sementara itu, dari sisi kesiapan Kota Bengkulu sudah terus ditingkat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota. BPBD secara rutin telah melakukan sosialisasi dan secara berkala juga melakukan simulasi siaga bencana dengan melibatkan masyarakat langsung.

Hal ini berguna untuk memberikan pembelajaran dan pemahaman kepada masyarakat tentang apa-apa saja yang harus dilakukan ketika bencana alam itu terjadi, terutama yang tinggal di daerah pesisir pantai. “Di daerah Pantai Panjang sudah ada beberapa jalur evakuasi yang kita siapkan dan diberikan rambu. Itu sebagai titik kumpul sementara bagi warga, seperti jalur sebelah Pangsit Tris menuju ke atas bukit, dan simpang 4 pantai di Jalan Sedap malam, dan ada lagi beberapa titik lainnya,” terang Kepala BPBD Kota, Selupati SH.

Sebagai bentuk antisipasi, pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG terkait status potensi gempa dan tsunami di Kota Bengkulu, sehingga penanggulangan bisa dilakukan lebih dini, selain itu pihaknya juga telah mempersiapkan para petugas yang terlatih untuk bersiaga jika bencana terjadi. (805)