Galakkan Penyuluhan KB

– Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-19 tingkat Provinsi Bengkulu dipusatkan di Kabupaten Lebong, Kegiatan ini dibuka oleh Plt Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah MPd serta dihadiri para bupati dan walikota se Provinsi Bengkulu dan Deputi Pengendalian Kependudukan BKKBN Wendi Hartanto dan Danrem 041 Garuda Emas Kolonel Inf Teguh Panbudi.
Dalam kesempatan tersebut, Plt Gubernur mencanangkan TNI Manunggal KB Kesehatan Provinsi Bengkulu tahun 2012. TNI Manunggal KB Kes tersebut bertujuan membantu Pemerintah dalam menyukseskan program KB di Provinsi Bengkulu terutama untuk meningkatkan program KB untuk menunjang kehidupan sejahtera.
“Program KB ini merupakan cara yang dilakukan pemerintah untuk menekan angka pertumbuhan penduduk, meningkatkan kualitas keluarga. Program KB ini mengalami masa keemasannya sekitar tahun 80-an namun
sejak tahun 90 hingga kini program ini kurang berjalan dengan baik. Saya berharap kita di Provinsi Bengkulu ini dapat kembali menggiatkan program KB ini, harapan kita dengan berjalannya program KB ini
maka kualitas masyarakat semakin baik. Tujuan pemerintah melaksanakan progam KB ini sangat baik yakni dengan 2 anak maka kesejahteraan keluarga pendidikan anak dapat meningkat,” jelas Junaidi.
Ditambahkan Junaidi, agar program KB dapat meningkat di tengah-tengah masyarakat, ia meminta agar seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu kembali menggiatkan program penyuluhan. “Selama ini TNI sudah sangat berperan dalam pelaksanaan KB Kes di Provinsi Bengkulu dimana TNI bersama pemerintah provinsi maupun kabupaten sudah sering melakukan kegiatan untuk mendukung program KB. Kedepannya harapan kita dapat lebih di tingkatkan,” lanjut Junaidi.
Deputi Pengendalian kependudukan BKKBN Pusat DR Wendi Hartanto MA mengunkapkan BKKBN akan terus berupaya untuk mengendalikan penduduk sesuai dengan visinya untuk mencapai penduduk tumbuh
seimbang. Artinya seimbang dengan daya dukung alam, seimbang kualitasnya.
“Saat ini penduduk indonesia mencapai 237, 6 juta. jika laju pertumbuhan penduduk ini tidak dikendalikan maka 2040 Indonesia akan menjadi negara berpenduduk terbesar ketiga di dunia atau berjumlah 500 juta jiwa. Tingginya pertumbuhan itu,  akan membawa dampak sosial, ekonomi, dan juga lingkungan
hidup. Untuk mengendalikan penduduk maka di perlukan program KB namun tetap melindungi hak asasi manusia. Negara maju itu bukan ditentukan kekayaan alam, 80 persennya ditentukan oleh kualitas
penduduk. “Dengan berjalannya program KB maka diharapan kualitas keluarga bisa meningkat,” pungkas Wendy. (777)