Gaji Guru Honorer Dibayar Bulan Ini

Gaji Guru Honor Dibayar Bulan ini

BENGKULU, BE – Kabar gembira bagi guru honorer di sekolah religius SDN 9 dan SDN 13 Kota Bengkulu. Gaji mereka yang sudah 4 bulan belum dibayar segera dapat dinikmati. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bengkulu, memastikan proses pembayarannya dapat direalisasikan bulan ini.

Sekretaris Disdik Kota Bengkulu Nopri W Aksa kepada BE menuturkan, keterlambatan pembayaran tersebut, dikarenakan anggaran pembayaran gaji honorer baru diusulkan pada APBD perubahan 2020.

“Gaji guru honorer di sekolah yang menyelenggarakan program unggulan Imtak memang belum dibayar beberapa bulan ini. Karena, menunggu pengesahan APBD Perubahan,” kata Nopri.

Untuk mengantisipasi keterlambatan pembayaran gaji honorer itu. Disdik sudah meminta sekolah memberikan pinjaman kepada guru bersangkutan, karena proses pembelajaran harus tetap berlangsung.

“Pinjaman dana itu bisa dari sumber dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), karena sudah ketuk palu. Mudah-mudahan dalam bulan ini gaji honor guru dibayarkan,” tegasnya.

Dibeberkan Nopian, guru honorer sekolah unggulan ini telah menerima Surat keputusan (SK) dari sekolah yang diketahui Dinas Pendidikan Kota Bengkulu. Setelah adanya regulasi, maka status honor mereka ditingkatkan menjadi honor daerah.

“Nanti kalau regulasinya kita temukan. Kita tingkatkan sampai SK wali kota,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, honorer guru religius tersebut diangkat Pemerintah Kota Bengkulu, untuk mengajar di dua sekolah berbasis Islami guna mendukung program Pemerintah Kota Bengkulu, sebagai kota religius. Guru honorer ini diseleksi sejak Juni dan mulai bekerja pada tahun ajaran baru 2020/2021 melalui seleksi dan mengantongi SK yang ditandatangi Wali kota.

Ironisnya, sudah memasuki bulan keempat honor guru religius di SDN 09 dan SMPN 13 Kota Bengkulu, belum dibayar. Sedikitnya ada 15 guru honorer religius yang ditugaskan di SDN 09 Kota Bengkulu, sebanyak 6 orang dan 10 orang honorer religius di SMPN 13 Kota Bengkulu. Rata-rata gaji mereka yang dijanjikan Pemerintah Kota Bengkulu, Rp 2,5 juta/bulannya.

Kepala SMPN 13 Kota Bengkulu Tarmizi MPd saat dihubungi BE via telepon tak menampik kondisi tersebut, namun sekolah telah memberikan yang terbaik demi kesejahteraan tenaga honorer di sekolahnya.

“Ya memang benar, gaji untuk honorer guru religius belum cair. Di SMPN 13 ada 8 guru honorer dan 2 Tenagah tata Usaha,” ungkapnya.

Meski begitu, manajemen sekolah tidak tega membiarkan tenaga pendidiknya belum gajian. Selaku pimpinan, Tarmizi berupaya meminjamkan dana pada tenaga pendidiknya dengan menggunakan dana lain untuk memberikan separuh gaji yang dijanjikan Pemerintah Kota Bengkulu.

“Mereka inikan sudah mengajar dan punya keluarga, serta mau memenuhi kebutuhan hidup sehingga sekolah berinisiatif memberikan pinjaman. Akan tetapi tidak besar satu orang Rp 1 juta,” tutupnya. (247)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*