Gaji Guru Dipotong 2,5 Persen, PGRI Kota Bengkulu Protes ke Dewan

FOTO IMAN/ BE – Waka II PGRI Kota Bengkulu, Nawardi saat mendatangi kantor DPRD Kota Bengkulu, Senin (15/06).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Beberapa perwakilan guru dikomandani Waka II PGRI Kota Bengkulu, Nawardi, mendatangi kantor DPRD Kota Bengkulu untuk menyampaikan protes. Mereka merasa keberatan jika gaji mereka sebagai guru dipotong 2,5 persen. Menurut Nawardi, pemotongan sekitar 2.000 guru yang ada di Kota Bengkulu dipotong tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

“Meski belum bisa hearing karena ditunda Senin depan, nanti kita akan sampaikan ke DPRD ini berkenaan dengan pemotongan tunjangan profesi guru (TPG) atau sertifikasi dengan THR secara menyeluruh. Kita keberatan masalah prosedurnya. Di daftar gaji, TPG dan THR dipotong untuk zakat. Belum ada sosialisasi, tiba-tiba sudah dipotong,” kata Mawardi, Senin (15/06) kemarin.

Menurut Nawardi, mereka meminta DPRD dan pihak terkait mengkaji ulang apakah itu termasuk penghasilan dan memang harus dipotong zakat ma’al melalui Baznas. Menurutnya, zakat merupakan amal yang jika di berikan dengan ikhlas, dan tidak harus tanpa paksaan.

Sementara itu, Kadispendikbud Kota Bengkulu, Rosmayetti saat ditemui pada Selasa (16/06) menjelaskan, terkait dengan zakat tersebut masih akan dimusyawarahkan ke Dewan dan bagaimana hasilnya nanti akan menyesuaikan. Masalah tak ada sosialisasi pemotongan ke guru, Rosmayetti menjelaskan memang belum dilakukan maksimal karena terkendala situasi pandemi covid-19.

“Kemarin kita sudah mau hearing, karena di dewan banyak kegiatan, maka ditunda Senin depan. Memang untuk yang sertifikasi baru kali ini dilakukan pemotongan, dan zakatnya dihimpun karena pandemi covid-19 ini ya gunanya untuk menolong sesama,” jelasnya.

Ia menambahkan, terkait sosialisasi hanya pernah melakukan pendekatan melalui rapat-rapat guru. Jika nantinya memang dinilai kurang maksimal, Rosmayetti akan mendengarkan apa yang diinginkan para guru nantinya. (Imn)