Gagal Target e-KTP, Camat Diancam Copot

TAIS, BE – Sebanyak 14 orang camat se-Kabupaten Seluma diancam dicopot dari jabatan. Ini terkait dengan target program perekaman data e-KTP atau KTP elektronik penduduk Kabupaten Seluma yang harus tuntas paling lambat 31 Oktober 2012 mendatang. Bagi camat yang tak berhasil mencapai target, maka siap-siap untuk didepak.

Hal ini tertangkap dari sinyalemen pernyataan Plt Bupati Seluma H Bundra Jaya SH MH yang membuka rapat koordinasi program e-KTP di kantornya kemarin. Dalam raat tersebut terungkap, bahwa dari target 123 ribu penduduk Seluma wajib KTP, sampai saat ini baru 90 ribu-an penduduk yang sudah melakukan perekaman data. Tugas semua camat, mulai kini diperintahkan harus memastikan agar sebanyak 33 ribu penduduk yang belum berpartisipasi mensukseskan program pemerintah itu, harus berpartisipasi.

“Target program ini harus tercapai. Camat harus proaktif, kalau tidak camatnya dievaluasi,” kata Bundra Jaya dengan kalimat bersayap.
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Seluma, H Herkules Jeraim SH MH usai koordinasi tersebut, menegaskan bahwa sinyalemen Plt bupati terhadap camat adalah taruhan jabatan. Bagi camat yang tidak bisa memenuhi target e-KTP maka akan dicopot dari jabatannya, karena dianggap tidak mampu melaksanakan tugas tersbeut secara maksimal.

”Program e-KTP harus suskes. Plt bupati sudah menegaskan kepada kami dan semua camat, kalau target tidak tercapat jabatan camat adalah taruhannya,” kata Herkules.

Menurut Herkules, dari 23 ribu wajib KTP yang belum melakukan perekaman data tersebut tersebar di 14 kecamatan yang ada. Sehingga semua camat pun mendapat ancaman copot dari jabatan, jika tak memenuhi targetnya masing-masing. (444)