Gagal Dapat Hibah Lapter II

KOTA MANNA, BE – Harapan Bengkulu Selatan (BS) untuk mendapatkan hibah lapangan terbang (Lapter) II Padang Panjang secara hibah murni, dari TNI Angkatan Udara (AU) dalam waktu dekat, sepertinya tidak bisa terwujud. Pasalnya belum ada sinyal dari pihak TNI AU untuk menghibahkan lahan tersebut.
“Saat ini untuk hibah murni belum ada, namun sinyal yang kami tangkap ada peluang untuk pinjam pakai,” kata Asisten I Bupati, Supran SH MH, Kamis (26/3), usai rapat dengan tim lapter di ruang kerjanya.
Menurut Supran, dari hasil koordinasi pihaknya ke Markas Besar (Mabes) TNI AU beberapa waktu lalu, pihak TNI hanya menyerahkan Lapter II kepada BS dengan status pinjam pakai. “Lahannya tetap milik TNI AU, namun bangunan yang ada di atasnya tetap milik Pemda BS,” ujarnya.
Ditambahkan Supran, dalam draft Memorandung of Understanding (MoU) pinjam pakai itu nanti, Pemda BS tetap diwajibkan menyerahkan lahan di Lapter II seluas 40 hektar kepada TNI AU untuk dikelola oleh TNI AU.
Dalam pinjam pakai itu nanti, Pemda BS diberikan kewenangan untuk menggunakan lahan itu selama 5 tahun dengan masa perpanjangan waktu satu kali 5 tahun. Dengan begitu masa pinjam pakai Pemda BS hanya selama 10 tahun. Setelah itu lahan itu kembali menjadi milik TNI AU.
“Meskipun nantinya hanya bisa kita miliki secara pinjam pakai selama 10 tahun, namun kami tetap akan upayakan dalam masa pinjam pakai itu untuk mendapatkan lahan Lapter II dengan system hibah murni,” terang Supran.
Selain itu, meskipun hanya dapat dikuasai pemda BS secara pinjam pakai, Supran memastikan tidak akan menjadi penghalang bagi BS untuk meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP). Sebab dengan status ini, bangunan di atas Lapter II itu sudah jelas statusnya menjadi milik Pemda BS. “Mudah-mudahan setelah MoU pinjam pakai nanti selesai ditandatangani, maka harapan BS mendapatkan predikat WTP semakin terbuka,” demikian Supran. (369)