Fuso BTL Terperosok

TERPEROSOK: Terlihat kondisi mobil fuso yang terperosok di jalan, karena kelebihan tonase dan tidak mampu menanjak.
TERPEROSOK: Terlihat kondisi mobil fuso yang terperosok di jalan, karena kelebihan tonase dan tidak mampu menanjak.

LEBONG, Bengkulu Ekspress – Sebuah mobil fuso dengan nomor polisi BG 8579 W yang dikemudikan oleh Setiawan (42) warga Kabupaten Lahat milik PT Bangun Tirta Lestari (BTL) yang membawa barang material besi tower sutet terperosok ke dalam siring dan sebagian barang berhamburan.

Hal itu lantaran mobil fuso tersebut tidak kuat mendaki tanjakan dan diduga karena keberatan tonase.

Pantauan Bengkulu Ekspress, tanjakan yang berada di Desa Talang Ulu Kecamatan Lebong Utara merupakan salah satu tebing atau tanjakan yang memang tinggi dan berliku serta memiliki kemiringan yang cukup tajam. Sehingga banyak kendaraan yang harus hati-hati dan waspada ketika melewati jalan tersebut. Kejadian terperosok fuso milik PT BTL terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, kemarin (17/1) dan hingga sore belum bisa dievakuasi.

Dikatakan Setiawan (42), pada saat itu dirinya membawa muatan untuk diletakkan ke gudang BTL yang berada di kawasan Kelurahan Tanjung Agung Kecamatan Pelabai Kabupaten Lebong. Namun ketika menanjak mobil tidak bisa atau tidak kuat mendaki sehingga mundur.

“Tidak bisa mendaki, akhirnya mobil mundur,” jelasnya, kemarin (17/1).
Beruntung pada saat mundur, mobil tidak sampai terguling. Karena mobil terperosok ke dalam siring sebelah kiri jalan, sehingga mobil berhenti.

“Kalau tidak mungkin kami lebih jauh lagi termundur dan mungkin bisa terguling,” ucapnya.
Sementara Kapolres Lebong, AKBP Andree Ghama Putra SH SIk melalui Kasat Lantas, AKP S Prayitno SH yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Selain itu dirinya mengatakan, dalam kejadian tersebut beruntung tidak ada korban jiwa.

“Untuk itulah kami imbau kepada seluruh pengemudi kendaraan, agar selalu berhati-hati ketika menanjak di tanjakan Desa Talang Ulu,” imbaunya.

Sebelumnya, pada bulan Desember yang lalu fuso yang mengangkut beras rakyat sejahtera (Rastra) juga pernah terguling di tempat yang sama. Karena tidak kuat mendaki tanjakan hingga mengakibatkan beras tumpah di jalanan dan menyebabkan beberapa jam jalan menjadi macet.(614)