Fraksi PAN Boikot Paripurna?


MEDI/Bengkulu Ekspress 
Kursi anggota DPRD Kota Bengkulu tampak banyak yang kosong dalam sidang paripurna, kemarin (26/11).

Suimi : Ini Tanda Dewan Tak Harmonis

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu menggelar sidang paripurna dengan agenda penyampaian pengantar nota keuangan Walikota Bengkulu terhadap Raperda tentang APBD Kota Bengkulu tahun anggaran 2019, kemarin (26/11). Namun, dalam rapat ini Fraksi PAN yang beranggotakan 4 orang terlihat kompak tak hadir, sehingga menjadi perhatian Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota, Suimi Fales SH.

“Mengapa Fraksi PAN tidak hadir dalam paripurna? Sedangkan ini agenda penting pemerintah daerah. Wajar kami bertanya. Kami berharap ke depan jangan lagi terjadi seperti ini,” ujar Suimi saat interupsi setelah Wakil Walikota Dedy Wahyudi membacakan nota keuangan.

Menurutnya, ketidakhadiran anggota dan ketua Fraksi PAN ini menjadi suatu kejanggalan yang harusnya tidak perlu terjadi, apalagi tingkat paripurna. Ia menduga bahwa ini menjadi tanda-tanda tidak adanya keharmonisan antara anggota dewan, terlebih lagi akhir-akhir ini dewan tengah disibukkan dengan pro kontra peminjaman Rp 250 Miliar ke PT SMI. “Semoga saja itu tidak terjadi. Oleh sebab itu, pimpinan yang saya hormati, untuk disampaikan kepada kami kenapa partai pendukung itu tidak hadir dalam paripurna ini,” tanya Suimi.

Ketua DPRD Kota, Baidari Citra Dewi SH yang memimpin paripurna itu langsung menanggapi pertanyaan Suimi. Baidari juga membenarkan hal itu, bahkan ia mengaku secara pribadi sebelum paripurna dimulai sudah menelepon anggota Fraksi PAN tetapi tidak diangkat, sehingga rapat paripurna yang diagendakan pukul 10.00 WIB terpaksa molor hingga pukul11.00 WIB.



“Saya sudah menelepon Teuku Zulkarnain, tapi katanya tidak bisa hadir karena ada acara syukuran keluarga. Sedangkan anggota Fraksi PAN yang lain tidak diangkat. Notulen tolong dicatat, karena benar apa yang dikatakan Pak Suimi ini,” tandas Baidari.

Wakil Walikota, Dedy Wahyudi SE MM menjelaskan bahwa secara kebetulan saja Fraksi PAN tidak bisa hadir karena ada sesuatu hal, seperti Waka II DPRD, Teuku Zulkarnain izin tidak hadir paripurna karena ada acara keluarga yang tidak bisa ditinggalkan, kemudian Mardiyanti tengah menjalani ibadah umroh, begitu juga anggota Fraksi PAN lainnya dengan alasan tertentu, bukan dengan sengaja tidak menghadiri rapat.¬† “Untuk Pak Indra Sukma dan Pak Kusmito mungkin ada kegiatan yang membuat tidak bisa hadir. Harmonis tidak harmonis, ya kita lihat sendirilah,” ungkap Dedy. (805)