Formasi CPNS Segera Turun

Foto : IST

Siapkan Berkas Lamaran

JAKARTA,Bengkulu Ekspress– Aktivasi website untuk pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) akan dibuka kurang dari sepuluh hari lagi. Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan membuka akses ke laman beralamat di sscn.bkn.go.id itu pada 19 September. Hingga hari itu tiba formasi untuk masing-masing pemerintah daerah, kementerian, dan lembaga ternyata belum semua diinput hingga kemarin (9/9).

Total 238.015 formasi yang dibuka memang telah diumumkan. Tapi persebaran informasi tersebut di tiap kementerian, lembaga, dan pemda ternyata masih belum terpublikasi dengan jelas. Lantaran belum semua instansi itu menerima surat keputusan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB).

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kemen PAN RB Mudzakir saat dikonfirmasi tentang formasi di masing-masing instansi itu hanya menjawab singkat. Dia menyebutkan bahwa saat ini memang dalam proses. ”Segera. Secepatnya,” jelas dia.

Yang sudah diumumkan selain formasi total juga sebaran secara umum di pemda, kementerian dan lembaga. Yakni 51.271 formasi untuk 76 kementerian dan lembaga. Sedangkan untuk 525 pemda tersedia 186.744 formasi.

Setelah instansi itu mendapatkan SK formasi itu mereka pun harus segera memasukan data tersebut ke dalam sistem sscn.bkn.go.id. BKN berharap input data itu bisa dilakukan segera mengingat waktu pendaftaran yang semakin dekat.

Kepala Biro Humas BKN M. Ridwan menuturkan memang belum semua pemda mendapatkan SK formasi. Dia mencontohkan untuk Lampung baru akan diambil hari ini (10/9). Diharapkan segera setelah menerima SK tersebut pemda bisa langsung berkoordinasi dengan petugas BKN untuk input data. Lantaran sistem pendaftaran yang relatif baru.

”Teman-teman di daerah pengalamannya terakhir di 2014 ketika ada penerimaan masal (CPNS) setelah itu vakum. Dimungkinkan waktu itu tidak online semuanya. Kalau sekarang online semua,” ungkap Ridwan.
Mereka harus tahu dengan detail mekanismenya mulai dari cara input hingga seleksi administrasi karena itu menjadi urusan pemda.

Setelah pengumuman formasi CPNS disampaikan pada publik, BKN pusat kini melembur pagi hingga sore untuk memasukan formasi tersebut. Sedangkan di 14 Kantor Regional BKN daerah disesuaikan dengan kebutuhan.

”Misalnya 12-14 September itu Jawa Timur akan dipusatkan langsung di Kanreg Surabaya. Rata-rata yang Jawa Timur sudah dapat formasinya jadi tinggal memasukan,” ungkap pria asal Sumenep itu.

Ridwan menuturkan ada instruksi dari Kepala BKN bahwa semua instansi harus benar-benar telah menyelesaikan input data itu ke website tersebut. Tapi, bila pada 19 September ada satu saja instansi yang belum menyelesaikan maka pembukaan website itu bisa saja ditunda.

”Karena nanti repot. Kalau misalnya Kabupaten Sumenep, tempat saya itu ketinggalan repot. Dia tidak akan dapat orang-orang terbaik itu. tidak bisa terpilih oleh orang-orang seluruh Indonesia. Tapi kita masih yakin tanggal segitu bisa,” tegas dia.

Selain input data atau formasi, pemda juga punya kewajiban untuk sesegera mungkin mengumumkan formasi CPNS itu kepada publik melalui banyak saluran. Termasuk iklan di media. Jadi dalam sepuluh hari kedepan bakal muncul formasi detail CPNS itu.
”Bagaimana pun dia (instansi) itu harus advertising juga, agar calon-calon terbaik itu bisa approach milih ditempat instansi tersebut,” ungkap dia.

Peringatan bagi masyarakat yang tengah mempersiapkan untuk pendaftaran Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) 2018, pasalnya pendaftaran yang dilakukan secara online akan rawan terjadi error terhadap NIK KTP Elektronik. Jika tidak diantisipasi maka dapat menjadi masalah besar bagi para pelamar CPNS untuk mengikuti tahapan tes.

” Untuk masalah data kependudukan secara online ini bagi yang berniat daftar CPNS, kami menyarankan terlebih dahulu untuk memperhatikan keabsahan datanya,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Informasi dan Administrasi Kependudukan Dinas Dukcapil Kota Bengkulu, Nofri Adrianto, kemarin (9/9).

Kendala error data administrasi ini tak hanya untuk pendaftaran CPNS saja, tetapi apapun yang berkaitan dengan online juga sangat rawan. Nofri menjelaskan yang menjadi penyebab secara umum yakni adanya data ganda pada seseorang, biasanya sistem akan mendeteksi 2 data di daerah domisili yang berbeda, seperti contoh, orang bersangkutan tercatat di kabupaten lain, tetapi juga tercatat di dalam kota, sehingga sistem akan error atau tidak valid dan mendapat masalah karena ditolak oleh sistem kerja kependudukan.

“Masalah lainnya lagi yaitu, walaupun kita memiliki data Kartu Keluarga (KK) tapi di data center tidak tertampil dengan baik maka yang bersangkutan pasti tidak bisa mendaftar secara online,” jelasnya.

Untuk mengatasi masalah itu, Dinas Dukcapil membuka pelayanan untuk pengecekan status E-KTP dan KK. Sekaligus memastikan bahwa data sebenarnya memang tercatat di database Kabupaten/kota dan tercatat juga di database pusat. “Kalau semuanya terdata dengan baik, InsyAllah pendaftaran secara online menjadi gampang tanpa error,” paparnya.

Menurut Nofri, pengecekan status kependudukan ini baiknya harus dilakukan sebelum pendaftaran CPNS dimulai, agar pada saat terjadi masalah bisa langsung diselesaikan. Dan pada saat digunakan suatu saat tidak dipusingkan lagi dengan masalah data error.

“Silahkan ke dukcapil untuk memastikan kebenaran data, karena kita punya aplikasinya, sebab masalah yang dihadapi saat ini berkaitan dengan registrasi SIM Card, sehingga cara pengecekannya sama,” pungkas Nofri. (805/jun/jpg)