Forkominda Provinsi Berikan Catatan Khusus untuk Seluma

Antisipasi potensi kerawanan menjelang Pilkada, Forkominda Provinsi melakukan tatap muka ke Pemda Seluma.

TAIS, bengkuluekspress.com – Kemarin, Forkominda Provinsi Bengkulu mendatangi Pemda Seluma untuk mengantisipasi potensi kerawanan menjelang Pilkada serta penyebaran Covid-19 di Kabupaten Seluma. Hanya saja, pertemuan dilangsungkan secara tertutup dan tidak ada satupun yang memberikan konfirmasinya.

Sekalipun demikian, dari informasi yang didapat BE, jika pertemuan tersebut menitikberatkan kepada keseriusan Pemda Seluma akan pencegahan Covid-19 yang setiap hari bertambah dan tracking yang dilakukan haruslah lebih banyak. Kedua yang harus dilakukan Pemda Seluma adalah mengharuskan gencar melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19 serta penerapan protokol kesehatan.

“Pemda seluma harus serius dalam penangan Covid-19 mengingat Seluma sudah termasuk kabupaten yang membahayakan,” tegas peserta Forkopimda, dari Asisten Intelejen Kejati Bengkulu, Pramono Mulyo SH MH dalam penyampaiannya, kemarin.

Bukan itu saja, Pemda Seluma juga diharuskan untuk ikut serta menyukseskan jalannya Pilkada di tengah pandemi Covid-19 ini, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan memanfaatkan media untuk mengajak dan bersosialisasi. Begitu juga dengan Komisi Pemilihan Umum(KPU) Seluma untuk bisa saling bekerjasama.

“Partisipasi masyarakat harus meningkat setidaknya 70 persen untuk Pilkada ini,” ujarnya.

Sedangkan untuk penegak hukum juga ada catatan khusus yang disampaikan Forkopimda Provinsi Bengkulu. Penegak hukum untuk bisa netral jangan sampai menjadi muatan politis ditambah lagi dengan kaburnya pelaku pelaku yang diduga melakukan pelanggar dalam Pilkada. Serta dalam penyidikan harus tidak tebang pilih serta harus memastikan tidak ada muatan politisnya.

Terpisah, Wakil Bupati Seluma Suparto MSi tidak membantah akan beberapa catatan yang diberikan oleh Forkominda. Termasuk catatan untuk keseriusan dalam penanganan Covid-19. Termasuk keharusan Pemda Seluma menyukseskan Pilkada dan meningkatkan partisipasi peserta pemilih.

“Koordinasi dan sosialisasi yang harus dilakukan dalam menyukseskan Pilkada serta meningkatkan partisipasi dan harus saling bersinergi,” tegasnya.

Ditambahkan, selain itu tracking juga harus intens dilakukan agar bisa mencegah bertambahnya penderita terkonfirmasi Covid-19. Termasuk, dengan pembagian masker di tengah masyarakat. “Masker dan tracking harus bisa. Serta laporan realisasi anggaran Covid juga diminta agar bisa disampaikan juga,” pungkasnya. (jef)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*