Fokus Kembangkan, Cluster Kopi

kopi-large
Foto : Ist

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Bengkulu pada tahun 2019 ini akan fokus mengembangkan komoditi kopi melalui cluster-cluster di sejumlah daerah. Hal ini mengingat, komoditi kopi memiliki potensi yang cukup besar di Bengkulu dan diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian melalui ekspor kopi.

Kepala KPw BI Bengkulu, Endang Kurnia Saputra melalui Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Rifat Pasha mengatakan, demi mendorong penguatan ekonomi syariah berbasis ekspor, pihaknya akan mendorong komoditi kopi di Bengkulu bisa di ekspor ke luar negeri. “Di wilayah Bengkulu akan kita dorong komoditas kopi untuk diekspor ke luar negeri,” kata Rifat Pasha, kemarin (22/4) Seperti diketahui, hingga saat ini ekspor komoditi kopi di Bengkulu memang masih terbilang kecil. Namun sejumlah petani kopi sudah dapat menembus pasar ekspor meski harus bekerjasama dengan pihak perusahaan sebagai penyalur ekspor.

“Untuk ekspor sekarang memang masih kecil, saya belum tahu datanya persis. Tetapi setidaknya ini dapat membuat perekomomian menjadi bagus,” tambahnya.



Selain itu, BI di tahun 2019 ini salah satu fokus utamanya adalah mengembangkan komoditas yang dapat menguatkan sektor kebutuhan pangan. Sehingga dapat mengurangi impor, namun dapat meningkatkan ekspor. Salah satunya komoditi kopi. “Dengan mengembangkan cluster kopi, diharapkan dapat mengurangi impor. Nantinya, hampir di setiap wilayah di Bengkulu akan ada cluster pengembangan kopi,” ungkap Rifat Pasha.

Untuk saat ini, BI akan membidik beberapa petani kopi yang berada di Kepahiang dan Rejang Lebong untuk dilakukan pengembangan cluster kopi. Para petani ini nantinya akan dibina dan ajarkan cara mengelola kopi yang baik. Sehingga nantinya diharapkan komoditas kopi asli Bengkulu bisa dihargai mahal di Luar Negeri.

“Kita akan mulai lakukan pembinaan di Rejang Lebong dan Kepahiang, kita harapkan apa yang dilakukan BI bisa memajukan ekonomi daerah,” tutupnya.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah mengaku, mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh BI terhadap komoditas asli daerah ini. Pasalnya selama ini banyak kopi Bengkulu masih di ekspor melalui provinsi tetangga. Dengan adanya pendampingan yang dilakukan oleh BI maka para petani kopi di Bengkulu akan lebih baik lagi dan mampu menghasilkan produk yang siap diekspor. “Kita ucapkan terimakasih kepada BI, semoga program cluster yang akan dilakukan bisa mendorong peningkatan ekonomi daerah, dan membuat para petani lebih berdaya saing,” tutupnya.(999)