Fogging Tak Baik untuk Kesehatan

foging (1)
ERICK/Bengkulu Ekspress
DIFOGGING : Dinkes Lebong ketika melakukan fogging di rumah warga yang positif terkena DBD, kemarin (24/10).

Dinkes Cek ke Lapangan

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepahiang dalam waktu dekat ini berencana turun langsung ke Desa Kuterjo Kecamatan Kepahiang untuk melakukan pengecekan lingkungan rawan terjadinya Demam Berdarah Dengue (DBD).

Menurut Plt Kepala Dinkes Kepahiang, Tajri Fauzan SKm, pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu wilayah setempat, apakah cocok untuk dilakukan fogging atau tidak. “Sebenarnya fogging itu merupakan langkah terakhir untuk mengusir nyamuk. Karena fogging ini tidak baik untuk kesehatan, masyarakat hanya tahu semprot-semprot padahal tidak baik untuk kesehatan, nanti kita lihat dulu,”ungkap Tajri.

Dijelaskan Tajri, fogging di tengah-tengah pemukiman masyarakat itu hanya untuk mengusir nyamuk dewasa. Pencegahan DBD yang lebih baik dan paling ampuh, yaitu masyarakat harus mengubah kebiasaan dan harus membiasakan melakukan menutup segala tempat penampungan air, mengubur objek yang berpotensi berkembangnya nyamuk, dan menguras semua bak mandi atau sering disebut gerakan 3 M.

“Yang paling ampuh untuk mengantisipasi terjadinya DBD di suatu wilayah, masyarakat harus melakukan gerakan 3 M. Karena gerakan tersebut yang paling aman,” terangnya.

Untuk diketahui sejauh ini di wilayah Desa Kuterejo Kecamatan Kepahiang sudah mencatat sebanyak 10 orang warga yang menderita DBD satu diantaranya meninggal dunia. Data yang terhimpun salah satu warga Desa Kuterjeo, Budiono mengidap penyakit DBD sejak Selasa minggu lalu hingga pada minggu siang 19 Mei 2019. Sehingga terpaksa dilarikan ke RSUD kabupaten Kepahiang untuk mendapatkan perawatan medis. (320)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*