Flu Burung Sudah Menyebar di 8 Kelurahan di Kota Bengkulu

Ketua Tim Penanggulangan Penyakit Flu Burung (PPFB) Provinsi Bengkulu, drh Emran Kuswadi, mengatakan selain di delapan kelurahan dalam Kota Bengkulu, sebanyak 10 ekor unggas juga ditemukan mati mendadak di Desa Bandaratu Mukomuko.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu, Arif Gunadi menyatakan untuk mencegah penyebaran flu burung tersebut selain dengan disinfektan, Pihaknya juga memberikan pemahaman kepada warga akan bahaya virus tersebut.
Warga diimbau untuk menyerahkan ayam yang berada di sekitar lokasi penemuan flu burung untuk dibakar ataupun mengandangkannya jika tidak rela untuk dimusnahkan.

Selain itu, kepada warga selalu ditekankan pentingnya menjaga kebersihan kandang dan memberi penyinaran yang cukup untuk mematikan virus flu burung serta menyemprotkan disinfektan pada kandang unggas mereka.

Arif menjelaskan, flu burung merupakan virus yang berbahaya karena dapat membunuh seluruh ternak unggas, menyebar dengan cepat ke areal peternakan lain dan dapat menyebabkan sakit hingga kematian pada manusia.

“Jika unggas terlihat mengalami beberapa tanda terjangkit flu burung seperti sesak napas, jengger dan otot dada berwarna kebiruan, kepala bengkak, kaki dan cakar berwarna merah seperti dikerok, diare, keluar lendir dari mulut dan hidung, mati mendadak serta tingkat kematian yang tinggi, segera laporkan kepada kami atau mantri hewan di daerah ini,” katanya.(ant)