FKUB Diminta Rangkul Umat Beragama

KUKUHKAN: Bupati Kepahiang, Dr Ir Hidayatullah Sjahid MM saat melakukan pengukuhan pengurus FKUB Kabupaten Kepahiang priode 2017-2021 di aula Kemenag, Senin (15/1)
KUKUHKAN: Bupati Kepahiang, Dr Ir Hidayatullah Sjahid MM saat melakukan pengukuhan pengurus FKUB Kabupaten Kepahiang priode 2017-2021 di aula Kemenag, Senin (15/1)

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menjamin terselenggaranya pelaksanaan ibadah bagi seluruh umat beragama di daerah tersebut. Sehingga seluruh kelompok agama dapat melaksanakan ibadah secara aman, nyaman dan tertib.

Demikian ditegaskan Bupati Kepahiang, Dr Ir Hidayatullah Sjahid MM saat melakukan pengukuhan kepengurusan FKUB Kabupaten Kepahiang priode 2017- 2021, kemarin (15/1). Dayat mengatakan, tugas FKUB harus dapat merangkul seluruh umat beragama. Sehingga dapat menyelesaikan permasalahan dengan baik secara musyawarah.

“Kedepannya kita harapkan pertahankan kerukunan umat beragama Kabupaten Kepahiang sangat kondusif. Ada riak-riak sedikit sifatnya kecil bisa diselesaikan,” tegas Bupati.

Ia mengharapkan, agar kepengurusan FKUB dibawah kendali Khairudin bisa melaksanakan tugas dengan baik, seperti tahun-tahun sebelumnya. “Tentunya kondisi yang sudah baik, harus terus dijaga akan semakin kondusif,” terangnya.

Sementara Ketua FKUB Kepahiang, Khairudin mengatakan, pihaknya akan melaksanakan tugas dan program yang sudah disusun sebelumnya. Dengan target terdekat memiliki kantor supaya dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara utuh dalam melayani umat beragama di Kepahiang.

“Kantor FKUB belum ada, tentu melalui Pemkab untuk dapat menyediakan lahan. Kalau bisa langsung dengan gedungnya lebih baik, atau Kemenag sediakan bangunan,” tutur Khairudin.

Kedepan FKUB akan merangkul seluruh elemen masyarakat, serta pihak penyelenggara negara terkait agar dapat meningkatkan komitmen kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Kepahiang.

“Terlebih kedepan akan memasuki tahun politik, kita akan mengajak seluruh pihak terkait seperti Panwaslu, KPU dan semua partai politik agar tidak menggunakan isu-isu SARA dalam berkampanye,” sebutnya.

Menurutnya, KPU, Panwas dan parpol harus memiliki komitmen bersama untuk tidak menjadi isu SARA di tahun politik. Sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat.

“Target FKUB kita melakukan dialog antar elemen, duduk bersama. Melalui dalam dewan penasehat,

FKUB mou ke panwas, KPU dan Parpol agar spanduk tidak bermuatan SARA,” tutupnya. (320)