FKUB Ajak Umat Jaga Keharmonisan


ENDANG/BE – Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Supratman bersama FKUB Provinsi Bengkulu dan peserta dialog foto bersama usai deklarasi memperkuat kerukunan umat beragama di Sekretariat Badan Amil Zakat (Baznas) Provinsi Bengkulu, Padang Harapan, kemarin.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bengkulu mengajak seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu untuk selalu menjaga keharmonisan beragama, tolak berita hoax dan provokasi SARA.

Ajakan tersebut disampaikan dalam dialog lintas agama di ruang pertemuan Sekretariat Badan Amil Zakat (Baznas) Provinsi Bengkulu, sore kemarin. Dialog tersebut dihadiri Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Supratman yang juga sebagai Dewan Penasihat FKUB, Kakanwil Kemenag Bengkulu yang diwakili Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Zakat dan Wakaf Kantor, M. Soleh Ketua MUI Prof. Dr Rohimin dan sejumlah tokoh agama lainnya.

Sekretaris FKUB Provinsi Bengkulu, Kurniadi Sahab menuturkan latar belakang digelarnya kegitan ini dalam rangka menjaga kerukunan antar umat beragama, dan keutuhan bangsa. Pasalnya, perkembangan teknologi dan penyebaran berita hoax kerap mengangkat isu agama, dan agama menjadi senjata hingga bisa memecah belah kerukunan antar agama.



“Berita hoax sangat berimbas pada masyarakat yang berkaitan dengan antar umat beragama. Satu berita saja yang keliru diterima di masyarakat kerugiannya tak ternilai, di sinilah kita menginginkan semua pihak untuk menjaga keutuhan NKRI. Peran agama sangat vital dalam kerukunan, maka diharapkan semua unsur tokoh agama bisa memberikan pencerahan pada umatnya masing-masing dengan bermartabat dan beradab,” ungkapnya.

Kurniadi Sahab meyakini kegiatan seperti ini sangat penting untuk mengantisipasi dan melawan konflik, FKUB yang bertugas menciptakan kerukunan antar umat beragama yang harmonis dan menyejukkan umat. Dengan damai akan berimbas pada semakin baiknya roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Supratman menuturkan kondisi di Provinsi Bengkulu yang lumayan aman dari konflik, dan tidak terhasut dengan hal-hal seperti SARA.
Pun demikian, bukan berarti Bengkulu tidak ada potensi konflik, tinggal bagaimana memanage supaya konflik tersebut tidak muncul. “Pada umumnya Bengkulu kondusif, tapi potensi konflik itu ada, dan waspada berita hoax yang bisa memecah belah umat agama,” ungkapnya.

Diakuinya, masyarakat kesulitan dalam membedakan mana berita hoax dan berita yang benar. Untuk itu, sebelum menyebarluaskan suatu berita, sebaiknya ditelusuri terlebih dahulu kebenaranya. Pihak Polri pun tidak tinggal diam dalam menangkal berita hoax tersebut, saat ini instansinya sudah melakukan patroli cyber, jika ada oknum yang sengaja memperkeruh suasana maka akan dikenakan sanksi disesuaikan aturan UU ITE.

Kapolda juga mengucapkan terimakasih pada FKUB, para kiyai, ulama Bengkulu yang terus andil menjaga NKRI. “Diharapkan dalam forum ini bisa menyatukan umat demi keamanan negara,” tutupnya. Usai menggelar dialog, dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi kerukunan antar umat beragama dan diakhiri dengan foto bersama. (247)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*