Final, Parpol Usulkan 8 Balon Wagub

CalonBENGKULU, Bengkulu Ekspress – Kesepakatan politik antara 4 partai politik (parpol) pengusung Ridwan Mukti-Rohidin Mersyah dalam Pilgub, mengenai usulan bakal calon wakil gubernur (balon wagub) mulai terbentuk.

Empat parpol pengusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menyepakati jumlah balon wagub yang akan diusulkan kepada Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah ketika menjadi gubernur definitif nanti. Dimana satu parpol pengusung, akan mengusulkan dua cawagub kepada gubernur definitif.

“Hasil kesepakatan kita nanti akan mengusulkan 8 orang nama cawagub, untuk dipilih oleh gubernur,” terang Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Provinsi Bengkulu, Herliardo kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (11/7).

Dijelaskannya, dua balon wagub yang akan diusulkan oleh masing-masing parpol itu menjadi kebijakan parpol. Apakah nantinya akan diambil kader partai ataupun diambil dari luar kader. Namun yang jelas, ditegaskan Herliardo, PKB akan tetap mengusulkan nama kader.

“Itu kebijakan masing-masing parpol. Mau dari kader atau luar kader,” ungkapnya.

Hasil kesepakatan dua bawagub satu parpol ini nanti akan dibakukan melalui notaris. Sehingga tidak ada lagi, parpol yang akan mengusulkan lebih dari dua nama balon wagub. Meski demikian, komunikasi politik masih akan tetap dilakukan, terkait siapa saja nama yang bakal akan diusung.

“DPW PKB sudah rapat pimpinan (rapim) dan sudah mengusulkan 6 nama ke DPP PKB. Nanti keputusan DPP seperti apa, untuk menentukan dua nama itu,” tambah Herliardo.

Tak hanya soal jumlah balon wagub, 4 parpol pengusung akan kembali melakukan pertemuan untuk membahas terkait seperti apa balon wagub yang diinginkan oleh gubernur definitif nantinya. Baik terkiat kriteria, maupun kualitas yang dibutuhkan dalam memperbaiki kinerja pemerintah.

“Ini yang paling penting kita bahas nanti. Jadi nanti ketika kita usulkan nama-nama itu tidak salah kriterianya,” bebernya.

Untuk itu, empat parpol pengusung akan terlebih dahulu melakukan pertemuan khusus kepada Gubernur definitif. Setelah itu, barulah nama-nama balon wagub akan disodorkan, untuk kembali dipilih dua orang oleh gubernur definitif dan diajukan ke DPRD untuk dipilih satu menjadi balon wagub definitif.

“Tapi pada dasarnya kita tidak akan terburu-buru menentukan kebijakan. Kita masih akan menunggu inkrahnya kasus hukum Ridwan Mukti. Sehingga jelas langkah yang akan kami tempuh nanti seperti apa,” tegas Herliardo.

Sementara dari Partai Nasdem sendiri masih akan memperjuangkan nama balon wagub itu dari kader partai. Namun keputusan itu belum masuk dalam final, sebab Nasdem sendiri belum melakukan rapat internal siapa saja balon wagub yang akan diusulkan. “Jelas kader partai dulu, rapat pengurus juga belum dilakukan,” ujar Sekretaris DPW NasDem Provinsi Bengkulu, Erna Sari Dewi (ESD).

Menurut ESD, pertimbangun untuk mengambil kader parpol sendiri, lantaran masih banyak kader yang memiliki potensi dalam mempimpin. Sehingga patut untuk dipertimbangkan dalam pencalonan cawagub.

“Keputusan nanti ada di DPP seperti apa. Jadi nanti kita usulkan ke DPP dulu. Jadi masih panjang prosesnya,” ungkapnya.

ESD Temui Plt Gubernur Bengkulu

Entah ada hubungannya apa tidak terkait bursa pencalonan cawagub, kemarin (11/7) secara diam-diam ESD menemui Plt Gubernur Rohidin Mersyah di ruang kerjanya. Namun demikian, ESD yang ditemani oleh anggota DPRD Kota Bengkulu, Rena Anggraini membantah membicarakan terkait pencalonanya. “Tidak ada membahas terkait cawagub. Kita membasa terkait program dan permasalahan yang ada di Pemda kota,” tutur ESD.

Namun demikian, ESD kembali menegaskan kader Nasdem sangat banyak berpeluang untuk menjadi cawagub. Begitupun ketika ESD nantinya ditunjuk oleh DPP Nasdem untuk menjadi cawagub, maka tidak ada alasan untuk tidak mengikuti instruksi partai.

“Tentunya, selaku kader, harus siap ketika memang partai meminta harus,” tutur ESD yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Bengkulu ini.

Nasdem sendiri nantinya akan mempertimbangkan secara matang siap yang akan diusulkan nanti. Baik terkait elektabilitas, pengalaman maupun track record sendiri. “Siapapun orangnya, ketika memang bisa benar-benar mendampingi gubernur dan tentunya terpenting, bisa membuat Bengkulu ini lebih baik,” pungkas Erna.(151)