Fasilitas Serba Kurang, Prestasi Menjulang

Olah raga tinju di Rejang Lebong cukup diminati. Terbukti, pada peringatan Hari Olah raga Nasional yang digelar di Lapangan Setia Negara Curup, Senin, 10 September 2012 lalu, 40 atlit mendaftarkan diri. Sayangnya tidak semua atlit yang diterima karena arena tinju yang tidak tersedia. Para atlit tinju bahkan terpaksa bertarung di ring bambu, berlantai papan dengan pembatas tali rapia. Simak Laporannya.

Okta Firdawan, Curup-

Para atlit tinju di Rejang Lebong harus relabertarung di ring tinju berlantai papan spanel, dengan bambu dan tali rapiah sebagai pembatas arena. Kondisi itu terjadi pada ajang tinju yang digelar pemerintah daerah pada peringatan hari olah raga nasional dan HUT Kemerdekaan RI awal September yang lalu.  “Dana terbatas, sedangkan kita tidak memiliki sarana. Namun atlit yang mendaftar saat itu sekitar 40 orang,” kata kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Drs Suardi Latif. Karena keterbatasan sarana olah raga tinju, panitia terpaksa membatasi peserta hanya belasan orang saja untuk kelas pemula. Mirisnya mereka bertanding hanya dengan modal sarung tinju tanpa penutup kepala yang harusnya digunakan oleh petinju pemula. Terlepas dari kondisi memprihatinkan tersebut, siapa sangka cukup banyak putra daerah asal Rejang yang sudah melanglang buana dengan prestasi membanggakan.  Sabar Iman, salah satu pelatih tinju di RL mengaku, komunitas atlit tinju di RL sudah cukup membanggakan daerah. Beberapa atlit tinju yang berasal dari RL ialah Ansori Petulai yang pernah menjadi juara PABA Pasifik tahun 2011. Ansori pernah berlatih di RL dan kini memilih berkarir  untuk merintis petinju profesional di Nelson Nainggolan Boxing Camp Jakarta. Nama lain yang disebut Sabar Iman, merupakan atlit tinju asal RL ialah Rio Tua Manihuruk, yang lama tinggal Desa Air Meles Bawah. Kini berlatih bersama Craig Cristian di Autralia yang disebut-sebut sebagai pelatih petinju Indonesia Cris Jhon.  “Mereka semua pernah berlatih bersama kami, kini mereka berkarir di luar. Mereka sudah sering mewakili Rejang Lebong untuk berbagai kejuaraan,” tuturnya. Namun Sabar menyangkan, olah raga tinju di RL belum begitu diperhatikan seperti olah raga lainnya. Saat ini mereka memanfaatkan halaman depan gedung pertemuan GOR Curup untuk berlatih. “Hari Senin kami berlatih di GOR, tetapi kalo hari Rabu kami numpang di Batalyon 144 JY. Kebetulan ada juga anggota Batalyon yang ikut berlatih bersama kami,”  katanya. Fasilitas olah raga yang minim, membuat para atlit tersebut berlatih dengan perlengkapan seadanya. Sabar mengatakan, jika ring tinju di RL hanya di Batalyon 144 JY, selain itu tidak ada. Tidak seperti fasilitas olah raga lainnya yang cukup banyak dan mudah dibuat.  “Mungkin karena kami atlit minoritas. Masih belum banyak orang yang belum mengetahui soal olah raga ini,” tambahnya. Para atlit setiap minggu rutin berlatih agar bisa membawa nama baik RL di tingkat nasional. Angga, siswa kelas 2 SMAN 1 Selupu Rejang, contohnya, ikut berlatih bersama Sabar. Selain itu juga ada Wanda, siswa SMKN 2 Curup Timur yang ikut menekuni olah raga tersebut sebagai hoby. “Kami senang dan tertarik untuk menekuni olah raga ini. Makanya kami bergabung agar bisa menjadi atlit yang profesional,” tutupnya. (**)