Farah Quinn Miliki Karir Mendunia, Tetap Tonjolkan Daerah Asal

JAKARTA РKarir chef superseksi Farah Quinn semakin menanjak saja. Kemampuan perempuan asal Palembang tersebut semakin banyak diakui. Setelah sukses merintis karir sebagai celebrity chef di Indonesia melalui acara Ala Chef, wajah perempuan 32 tahun itu menghiasi iklan beragam produk.

Nah, yang terbaru, Farah terlibat dalam TV show berskala internasional, The Big Break, yang tayang di Asian Food Channel. Dia juga didapuk menjadi in-flight meal AirAsia Indonesia.

Pencapaian Farah itu bisa dibilang sebuah prestasi besar dalam perjalanan karirnya. Sebab, dia berhasil melebarkan sayap ke kancah internasional. Meskipun, skalanya masih Asia.

Acara The Big Break itu ditayangkan di sekitar sepuluh negara di Asia seperti Hongkong, Singapura, Malaysia, Indonesia, Brunei, Filipina, dan Mongolia. Dalam acara itu, Farah bersama seorang chef dari Resorts World Sentosa bernama Alan Orreal mengunjungi negara-negara di Asia untuk mencari bakat muda di bidang kuliner.

“Ya, ini acara internasionalku yang ditayangkan di sepuluh negara. Jadi aku kemarin tinggal di Singapura selama dua bulan untuk syuting acara tersebut,” katanya ketika ditemui di Capocaccia, Pacafic Place Mall, Jakarta Selatan, kemarin (9/11).

Dia bangga karena bisa berbagi yang dia punya sekaligus mempromosikan Indonesia. Sekarang memang masih berskala Asia. Tapi, siapa tahu nanti Farah bisa memperluas lagi sayapnya hingga ke benua lain.

Selain The Big Break, ibu satu anak itu menjadi duta in-flight meal AirAsia Indonesia. Maskapai penerbangan tersebut akan menjual menu khusus buatan Farah.

Selama satu tahun ke depan dia sudah menyiapkan menu spesial yang akan diganti tiga bulan sekali. Menu pertama yang dibuat olehnya adalah nasi minyak palembang dan malbi. Dia punya kesan khusus dengan dua menu itu.

“Saya kan dari Palembang. Jadi menu pertama yang saya buat untuk penumpang di pesawat adalah nasi minyak palembang dan malbi. Saya ingin menonjolkan masakan tempat asal saya,” urai dia Nasi minyak adalah masakan yang biasa dimasak untuk acara-acara besar di Palembang. “Apalagi kalau ibuku yang buat.

Sampai sekarang saja kalau ibuku ke sini (Jakarta, Red) pasti aku minta dimasakin. It”s my memory sama ibuku,” lanjutnya tersenyum. Jadi, menu tersebut seolah datang dari hati.

Menu tersebut memang tidak setiap hari dimasak sendiri oleh Farah, lalu dijual ke penumpang. Tetap chef internal AirAsia yang memasak. “Tapi, kan menunya saya yang bikin dan saya diskusikan dengan para chef. Biar bagaimanapun saya harus jaga reputasi saya,” ucapnya. Menu Farah Quinn ini dijual untuk penerbangan lokal dan juga internasional.¬†(jan/c4/any)