Facebook Palsu Gubernur

Gambar: Tampilan jendela Facebook Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah. dok./BEonline
Gambar: Tampilan jendela Facebook Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah.
dok./BEonline

BENGKULU, BE – Jejaring sosial facebook sudah menjadi sangat populer hampir setiap orang telah memanfaatkannya.  Begitu juga dengan Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah, tidak kalah dengan perkembangan zaman, dan selalu aktif meng-update facebook.

Namun, Hati-hati dengan adanya akun facebook palsu Gubernur Bengkulu H  Junaidi Hamsyah.  Ada dua akun facebook atas nama ” Junaidi Hamsyah” diungkapkan gubernur bukanlah milik orang nomor satu di Bengkulu itu.

Ia tidak pernah membuat akun facebook tersebut dan tidak tahu siapa yang membuatnya, sehingga khawatir akan dijadikan alat kejahatan oleh orang tak dikenal.  Sedangkan facebook asli yang ia gunakan adalah akun facebook “Abi Jh” bergambar doraemon.

Disela-sela pekerjaaannya, Junaidi  tergolong aktif meng-update status di facebook, berupa nasehat-nasehat yang  dikutip dari hadist. “Cuma 1 (Facebook) yang Abi JH selain dari itu bukan (Palsu).  Walaupun namo dan pakai foto aku (Junaidi),” katanya.

Namun, dengan adanya akun palsu, gubernur meminta kepada  masyarakat atau pengguna facebook agar tidak melayani dalam bentuk apapun (Penipuan)  bersumber dari akun facebook palsu tersebut. Akun-akun palsu itu berpotensi menimbulkan  fitnah bagi pemerintah dan Gubernur Bengkulu sebagai lembaga konstitusional.

Gubernur H Junaidi Hamsyah selama ini aktif menggunakan satu akun facebook “Abi Jh”, untuk menunjang komunikasi dengan masyarakat, serta melihat perkembangan aktivitas sosial di facebook. “Sekadar untuk bersilahturahmi dan menjalin komunikasi dengan siapapun,” kata Junaidi.

Melalui facebook, Junaidi juga sering melakukan komunikasi dengan anak-anak MAN 2 Kota Bengkulu, sebagai mantan guru di sekolah tersebut, terkadang ia merindukan suasana mengajar di tengah-tengah kelas. Ia berharap, facebook tetap dijadikan sarana komunikasi dengan siapapun, dan manasehati tentang kebaikan. (100)