Euforia Lulus Tanpa Ujian

RIO/BE
RAYAKAN KELULUSAN: Meskipun dalam masa darurat pandemi Covid-19, sejumlah pelajar SMA Kota Bengkulu merayakan kelulusan dengan melakukan konvoi di kawasan Pantai Panjang, Sabtu (2/5).

Puluhan Siswa Digelandang ke Mapolres

BENGKULU, Bengkuluekspress.com – Puluhan siswa SMA dan SMK di Kota Bengkulu merayakan kelulusan dengan aksi corat-coret seragam dan konvoi sepeda motor di kawasan Pantai Panjang, Kota Bengkulu, kemarin (2/5) sore. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu pun jauh-jauh sudah melarang aksi tersebut, terlebih saat ini pemerintah sedang berupaya dalam mengantisipasi wabah corona virus disease (Covid-19), dan mengimbau agar warga berada di rumah saja. Ketua MKKS SMK yang juga Kepala SMKN 4 Kota Bengkulu, Drs Paidi MTPd menuturkan pengumuman kelulusan tingkat SMK sengaja diperlambat dari jadwal sebelumnya.

“Awalnya kita jadwalkan serentak pukul 11.00 WIB, demi keamanan dan tidak ada aksi berkerumun, pengumuman baru bisa dilakukan pada sore hari pukul 16.00 WIB,” jelasnya.

Disinggung adanya aksi corat-coret baju dan konvoi, Paidi menegaskan pihak sekolah telah memberi tahu ke siswa-siswanya dan memberikan teguran keras atau larangan, sebab aksi tak terpuji itu bukan hanya merugikan mereka sendiri tapi aksi konvoi itu mengganggu lalu lintas.

“Pihak sekolah telah mengimbau untuk tidak konvoi dan baju seragam tidak dicoret coret melainkan disumbangkan pada yang membutuhkan,” pintanya.

Meminimalisir adanya aksi euforia, pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Polsek sehingga bisa melakukan tindakan tegas atas aksi-aksi yang dinilai nekat dan membahayakan ini para siswa tersebut. Sementara itu, Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Drs Eri Yulian Hidayat MPd dan Ketua Panitia Ujian Nasional belum bisa dihubungi, sehingga persentase kelulusan dan aksi euforia belum bisa dikonfirmasi.

Lulus Tanpa Ujian

Kelulusan siswa SMA/SMK dan SLB diumumkan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (2/5). Tidak ada acara seremoni dari sekolah, pengumuman kelulusan yang biasanya mengundang orang tua dengan membuka menggunakan amplop, pengumuman tahun ini berbeda. Pasalnya kelulusan siswa kini tidak ditentukan oleh nilai ujian nasional (UN) lantaran UN dibatalkan dengan adanya pandemi Covid-19, sehingga pengumuman kelulusan dilakukan secara online. Dengan pertimbangan nilai dari semester satu hingga semester akhir, nilai ujian praktek dan ujian sekolah.

Kepala SMAN 3 Kota Bengkulu, Widiono SPd mengatakan, pengumuman menggunakan aplikasi zoom, sebelum membuka amplop secara virtual siswa-siswi diingatkan untuk tidak merayakan dengan euforia dan konvoi. Walau pelajar diliburkan, pada saat pengumuman yang digelar serentak pukul 11.00 WIB dijaga oleh pihak keamanan.

“Tadi sekolah juga dipantau dari Polsek, memastikan tidak ada kerumunan di sekolah,” jelasnya.

Siswa yang menginginkan surat keterangan kelulusan secara real, pihak sekolah juga sudah membuat jadwal tiap harinya dimulai 4 Mei 2020 nanti. Pengambilan surat keterangan wajib dilakukan orang tua.

“Sementara ijazah baru bisa diterima siswa beberapa bulan ke depan. Karena ijazah itu dari pusat. SKL ini sudah bisa dipakai untuk mendaftar ke universitas,” bebernya.

Hal yang sama diungkapkan Ketua MKKS SMA, Dr Bihanuddin MPd. Ia menuturkan belum menerima laporan kelulusan, namun ia memprediksi semua siswa tahun ini lulus.

“Kalau di SMAN 2 lulus 100 persen, saya rasa sekolah lain juga siswanya lulus semua,” ujarnya.

Sepeda Motor Ditilang

Polres Bengkulu memberikan sanksi kepada puluhan pelajar SMA dan SMK yang merayakan kelulusan dengan melakukan konvoi. Sepeda motor yang mereka gunakan diangkut ke Polres Bengkulu menggunakan mobil Sat Lantas Polres Bengkulu. Puluhan pelajar yang terjaring razia tersebut kemudian dikumpulkan di Polres Bengkulu, mereka diberikan peringatan dan teguran agar kedepan tidak mengulangi perbuatannya. Puluhan sepeda motor yang tidak memiliki kelengkapan surat diamankan sementara sampai pelajar menunjukkan surat resmi kendaraan. Kasat Lantas Polres Bengkulu, AKP Agis Arya Denawan SIK mengatakan, pelajar beserta sepeda motor dibawa ke Polres untuk memberikan efek jera kepada puluhan pelajar tersebut.

“Mereka kita kumpulkan di Polres untuk memberikan efek jera. Dari pantauan kita sejak siang mereka melakukan konvoi, ” jelas Kasat Lantas.

Untuk sepeda motor yang diamankan akan mendapatkan sanksi tilang. Kemungkinan sepeda motor baru bisa diambil setelah satu bulan atau setelah lebaran.

“Sepeda motor kita berikan sanksi tilang, ” pungkas Kasat Lantas. (167/247)