Enam Poktan Sawit di Kabupaten Seluma Terima Replanting

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma Arian Sosial MSi

TAIS,BE – Program replanting atau peremajaan sawit di Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, masih terus berjalan. Saat ini ada enam kelompok Tani segera menerima kucuran anggaran replanting. Bantuan disalurkan setelah ada Surat Keputusan (SK) Calon lokasi Calon Pelaksana (CLCP) kelompok tersebut dan poktan menandatangani kerja sama tiga pihak.

“Dari 9 kelompok yang mengusulkan, 6 diantaranya sudah melakukan perjanjian kerja sama,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Arian Sosial MSi kepada BE Sabtu (26/9).

Enam poktan tersebut dengan total luas lahan 300 Hektare. Kemudian, tiga kelompok lainnya masih dalam proses administrasi. Program replanting ini yaitu peremajaan sawit. Setiap satu hektare menerima Rp30 juta untuk peremajaan sawit.

“Kelompok yang menerima program ini sebelumnya memang yang mengusulkan,” jelasnya.

Dari enam kelompok ini, diantaranya kelompok tani di Desa Lawang Agung Kecamatan Air Periukan. Sementara itu, untuk 2021 mendatang, kata Arian, Dinas Pertanian menargetkan 1.000 hektare.

“Tahun depan masih tetap lanjut. Kita targetkan 1000 hektare lahan yang di replanting,” tandasnya.

Replanting kebun sawit berarti mengganti tanaman kelapa sawit yang sudah tidak produktif lagi. Umumnya tanaman sawit sudah berusia lebih dari 25 tahun. Diganti dengan cara sebelumnya tanaman yang sudah tua ditumbangkan baik secara mekanis maupun secara kimia dengan cara disuntik. Kemudian, ditanam kembali dengan tanaman baru bibit yang layak tanaman, usia bibit sawit yang ditanam umumnya berusia 12 hingga 15 bulan.

Keputusan untuk melakukan replanting harus sudah berdasarkan pertimbangan yang sangat matang dan hasil musyawarah atau kesepakatan secara bersama, karena salah satu dampak yang akan dirasakan oleh pemilik lahan adalah hilangnya pendapatan yang telah dinikmati selama 25 tahun akibat kegiatan replanting dan ini akan berlangsung selama tiga tahun ke depan, yaitu menunggu kebun sawitnya berproduksi kembali.

Bahkan jika para pemilik kebun sawit sebelumnya tidak mempersiapkan anggaran untuk kegiatan penaman kembali akan menjadi beban yang sangat berat, karena kegiatan replanting akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sehingga diperlukan cara yang terbaik agar kegiatan replanting tidak menjadi beban dan menimbulkan masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan baik.  (333)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*