Enam Laka Tunggal di Jalan Desa Batu

IST/Bengkulu Ekspress
LAKA: salah satu laka lantas tunggal di jalan Desa batu Kuning, Pasar Manna Escudo tabrak rumah warga.

KOTA MANNA, Bengkulu Ekspress– Akhir-akhir ini kecelakaan lalu lintas di jalan raya di Bengkulu Selatan (BS) marak terjadi. Baru-baru ini ada 4 kendaraan yang mengalami kecelakan. Hanya saja ke-5 kendaraan tersebut mengalami laka tunggal. Beruntung dalam kecelakaan tersebut tidak ada korban jiwa.

Sebelumnya, Sabtu (9/2) malam sekitar pukul 20.35 WIb, mobil Suzuki Escudo B 1000 EVK milik Ardika Nur Atma (26) warga Perum Keledang Mas Baru Blok BA RT 20 Samarinda menabrak dinding rumah Hamdani (50) warga di Desa Batu Kuning, Pasar Manna. Pasalnya saat itu mobil tersebut berjalan dari arah Kota Manna hendak ke arah kaur.

Diduga karena kondisi jalan licin, sang sopir kehilangan kendali, sehingga menghantam dinding rumah warga tersebut . Akibatnya bagian depan mobil mengalami rusak berat. Begitu juga dengan dinding rumah warga setempat juga rusak.

“ Tidak ada korban jiwa, namun mobil dan rumah warga rusak,” ujar Wadi, salah satu saksi mata kejadian tersebut.

Tidak hanya itu, kemudian Minggu (10/2) sekitar pukul 10.05 WIB tidak jauh dari lokasi mobil Escudo kecelakaan tersebut, mobil Suzuki carry Pick Up warna putih milik warga Desa Lubuk Tapi, Ulu Manna juga mengalami laka tunggal.



Mobil tersebut masuk ke siring. Beruntung tidak ada korban jiwa, hanya bagian samping dan depan mobil mengalami rusak ringan.

Setelah berselang 10 menit, masih di lokasi yang sama, sepeda motor Honda Vario BD 2042 MA yang dikemudian pelajar juga mengalami kecelakaan. Akibatnya korban mengalami luka robek pada kakinya. Setelah itu, sekitar 15 menit kemudian mobil Fortuner BD 1583 AH milik Sumardi )47) warga Kaur juga masuk ke siring di lokasi yang sama.

“Di Jalan Desa Batu Kuning ini sudah 6 korban kecelakan, yakni 3 mobil dan dua motor , bahkan 5 kendaraan mengalami kecelakaan nyaris dalam waktu bersamaan di lokasi yang sama,” terang Wadi.

Sumardi, sopir Fortuner menuturkan saat itu dirinya mengendarai mobilnya dengan kecepatan hanya 20 km per jam. Dirinya tidak berani cepat lantaran jalan licin dan menikung. Hanya saja, dirinya kaget, tiba-tiba kendaraannya berbalik arah hingga masuk ke siring. “Saya tidak cepat, mungkin faktor jalan licin sehingga mobil yang saya kemudian masuk siring,” ujarnya.

ahkan disaat mobil tersebut masih dilokasi kejadian, hanya sekitar berselang 10 menit, 2 unit sepeda motor pelajar juga mengalami kecelakaan di lokasi yang sama. Saat itu kedua sedang melaju pelan karena baru pulang dari kegiatan milenial sat lantas Polres Bengkulu Selatan, sepeda motor keduanya terjatu

Dengan banyaknya kecelakaan di jalan tersebut, Pendri warga setempat mengaku sebelumnya sudah sering warga mengalami kecelakaan di jalan tersebut.

Bahkan pihaknya sudah melapor ke dinas PU Bengkulu Selatan agar segera diperbaiki. Sebab jalan terlalu licin. Namun hingga saat ini belum diperbaiki. “Sudah sering kecelakaan, sepertinya hampir setiap hari warga terjatuh di jalan tersebut, semoga nantinya menjadi perhatian pemerintah, agar bisa segera diperbaiki,” terang Pendri. (369)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*