Empat Korban Dikubur Satu Liang

Ist/BE
RAMAI: Keluarga dan warga sekitar rumah Meriyanti memadatangi lokasi pemakaman korban kecelakan Bus Sriwijaya di Kampung Pensiunan

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Tangisan pecah di rumah Meriyanti Andeka (43) Jalan Merdaka RT 11 RW 4 Kelurahan Dusun Kepahiang, Selasa malam (24/12) sekitar pukul 20.00 WIB. Mobil ambulance dari Kota Besemah Pagar Alam telah tiba, yang mengangkut empat jenazah korban kecelakan Bus Sriwijaya jurusan Palembang – Bengkulu di Lematang Indah Kota Pagar Alam Senin malam (23/12). Keempat korban yakni Meriyanti Adeka (Ibu) bersama dua anaknya Kelvin Andeka pelajar SMK Negeri 4 Kabupaten Kepahiang, Parel Silegar pelajar SDN 15 Kepahiang, dan Epan Padil Akbar.

“Kami dapat berita adanya kecelakaan malam itu, jadi kami cek ke loket Bus Sriwijaya. Pihak loket membenarkan, jadi keluarga disini berangkat ke lokasi. Ternyata wak kami sudah dievakuasi ke RSUD Pagar Alam. Akhirnya diputuskan langsung dibawa pulang, dan dimakamkan malam hari,” ungkap Sandes Syahputra, salah seorang keponakan korban.

Keempat jenazah korban, langsung dimakamkan di TPU Kupang Kelurahan Kampung Pensiunan keluargapun menguburkan korban disatu liang lahat. Semuanya dilakukan dalam satu malam, setelah jenazah korban disemayamkan sesuai syariat islam. Sandes menceritakan korban berangkat ke Palembang mau mengecek atau cek up kondisi tangan Epan Padil Akbar yang baru saja dioperasi beberapa waktu lalu, disalah satu rumah sakit yang ada di Palembang.

Sebelumnya, sudah ada fisarat atau tanda-tanda. Sebelum berangkat Kedua anak Meriyanti Andeka, Parel dan Kelvin enggan berangkat. Lantas Meriyanti mengatakan, jika kedua anaknya tidak mau berangkat sama-sama maka dia juga mengurungkan keberangkatannya.

Mendengar perkataan ibunya tersebut, kedua anaknya pun mengatakan mau berangkat, sehingga berangkatlah satu keluarga tersebut ke Palembang. “Mungkin ini sudah jalan takdirnya, kami dari pihak keluarga hanya bisa bersabar,” cerita Sandes.(320)