Empat Jamaah Haji Meninggal

MENINGGAL (9)
Foto : IST

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Innalillahi wainna ilaihiraaji’un, kabar duka kembali datang dari tanah suci Makkah. Menjelang pelaksanaan Armina, seorang jamaah haji asal Bengkulu, kembali meninggal dunia. Dengan begitu menambah jumlah jamaah Bengkulu yang meninggal di Arab Saudi menjadi sebanyak 4 orang.

Jamaah haji asal Bengkulu yang meninggal atas nama Hayuya binti Sahmi Anang (81), warga kelurahan Purwodadi kecamatan Argamakmur kabupaten Bengkulu Utara. Jamaah yang tergabung dalam kloter 9 PDG rombongan 9 regu 33 itu meninggal Senin (20/8) pukul 10.00 WAS. Saat itu jamaah menghembuskan napas terakhir saat melaksanakan prosesi di Arafah, tepatnya saat di Musdalifah. Pemilik nomor pospor B9815434 didiagnosa mengalami darah tinggi.

Kemudian, jamaah lainnya yang juga meninggal, Ridwan Usman Bin Usman Abdurrahan (59) warga kabupaten Lebong meninggal (16/8) pukul 23.30 di Makkah. Pemilik nomor porsi 700023000 mengalami sakit jantung. Berikutnya, jamaah calon haji atasnama Adenan Damud Asir (72), dari Desa Pandan Kel.Puguk Kecamatan Seluma Utara Kabupaten Seluma, juga meninggal. Dia wafat di di Rumah Sakit King Fhad, Madinah. Ia meninggal dunia di tanah suci, sekira pukul 17.15 WAS, Senin (6/8)

Menyusul seorang jamaah haji kloter 9 padang-Bengkulu bernama Basirun bin Sama’in usia 51 tahun pada hari Selasa, 21 Agustus 2018 pukul 14.05 WAS asal desa Kembang Sri Kec. Talang Empat kab. Bengkulu Tengah. Meninggal di tenda Mina. Yang bersangkutan sudah selesai mengikuti wikuf dg sempurna dari Musdalifah masih berjalan sendiri. Diognosa penyakit jamaah ini gula darah (diabetes melitus).

Kepala kantor wilayah kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Drs H Bustasar MS MPd melalui Kepala Bidang Penyelenggara haji dan Umrah H Ramlan Karim MHi diamini Kasubag Humas H Rolly Gunawan MHi menuturkan, berdasarkan laporan petugas kloter 9, Ajamalus menuturkan seorang jamaah asal Bengkulu Utara meninggal, setelah tiba di Arafah dan tengah melaksanakan aktivitas rangkaian rukun haji di Musdalifah. Meninggalnya jamaah pasca terjadinya badai pasir serta yang merusak beberapa tenda jamaah di Arafah, nmun tenda jamaah haji kloter 9 Padang hanya rusak ringan.

“Ada beberapa sudut terpal tenda yg robek akibat angin tersebut, di tenda ibuk ada kerusakan satu unit kipas angin bluwer, dan saat itu kondisi gelap gulita. Karena semua lampu mati sekitar 2 jam,” katanya.

Kondisi saat itu masih cukup baik dan kondusif, hingga pukul 17.55 WAS cuaca di Arafah kembali normal. Jamaah pun melanjutkan ibadah ke Musdalifah. Untuk mabid sampai tengah malam nanti (sampai jam 24.00 WAS). Tingginya aktifitas ibadah, menyebabkan sejumlah jamaah kelelahan hingga akhirnya dikabarkan seorang jamaah meninggal.

“Saat ini jamaah yang meninggal sudah dimakamkan, semoga keluarga yang ditinggalkan sabar,” katanya.

Dibeberkan Ajamalus, saat ini jamaah terus melakukan rangkaian ibadah haji aktivitas sudah dijadwalkan, hingga berangkat menuju Mina untuk melontar Jumrah Aqabah pagi besok (pagi tgl 10 zulhijjah). Setelah melontar jumrah Aqabah jamaah langsung tahalul dan sudah boleh berganti pakaian biasa.

Prosesi rangkaian ibadah haji juga disampaikan Ketua Kloter 7 Syafril. Menurutnya, jamaah sudah melalui lorong pada pukul 00.00 WAS dilanjutkan prosesi melempar Jamarat dan telah selesai dilaksanakan pukul 02.00 WAS. “Jamaah haji berada di Arafah sejak minggu (19/8), jamaah mengikuti prosesi wukuf dari Bada Zuhur sampai sore, setelah wukuf jamaah lalu bergerak ke Muzdalifah. Pada tengah malam jamaah bergerak lagi menuju Mina ” jelasnya.

Seluruh jamaah haji telah menunaikan wukuf di Arafah. Beberapa jamaah disafari wukufkan, yaitu kegiatan membawa jemaah yang sakit menuju Arafah dengan menggunakan moda transportasi. Setelah berhenti sejenak jemaah yang sakit kembali dibawa ke fasilitas kesehatan. Tidak disebutkan berapa jamaah yang disafari wukufkan biasanya jamaah yang disafari wukufkan adalah yang mengalami gangguan kesehatan. Pelaksanaan wukuf dilaksanakan ba’da dzuhur hingga magrib, Ba’da magrib bergerak ke musdalifah. Lewat tengah malam di musdalifah, bergerak ke mina sampai tgl 13 dzulhijjah.

“Kami meminta dukunngan dan mohon doa pada masyarakat Bengkulu, agar semua jamaah sehat sampai ke tanah air,” pintanya mengakhiri.

(247)