Empat Balita Berisiko Gizi Buruk

penemuan bayiMUKOMUKO, BE – Puskesmas Penarik menemukan sebanyak 4 balita diduga berisiko terjangkit gizi buruk. Keempat balita itu adalah M Alfarozi berusia 13 bulan dengan berat badan 6,4 kg, tinggi badan 72 cm dan badan kurus sekali. Sahul berusia 44 bulan dengan berat badan 10 kg, tinggi 95 cm dan badan kurus sekali. Nurrahmatullah usia 52 bulan, berat 10 kg, tinggi 96 cm. Terakhir Siti Yuliarahma usia 25 bulan dengan tinggi 78, berat 5 kg badan dan kurus sekali.

“Empat balita itu status gizi dengan berat badan dan tinggi berisiko gizi buruk, ini jika tidak ditangani,” ujar Kepala Puskesmas Penarik, dr Ferdinan melalui Penanggung Jawab Penangganan Gizi Masyarakat, Ridwan dikonfirmasi Bengkulu Ekspress, kemarin (10/4).

Untuk mencegah terjadi gizi buruk, kata Ridwan, jajarannya bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) telah melakukan upaya penanganan. Diantaranya, memberikan bantuan vitamin, makanan untuk peningkatan gizi dan tetap dilakukan pemantauan serta pengawasan oleh jajarannya.

“Upaya penangganan tengah dilakukan, keempat balita itu secara bertahap gizinya mulai membaik,” katanya. Empat balita yang berisiko gizi buruk itu, jelasnya, disebabkan tertularnya penyakit TBC yang difaktori lingkungan sekitar dan ada juga yang bawaan dari lahir.

“Penyakit TBC harus diwaspadai, karena di suatu lokasi saja ada 1 penderita TBC minimal 10 orang, maka bakal tertular,” bebernya.

Ia mengimbau, kepada masyarakat khususnya yang ada bayi atau balita agar menjaga kesehatan gizi dan menjauh dari orang – orang yang menderita penyakit menular. (900)