Emas 1 Kilogram Raib dari Lemari Rahasia

SAMPANG – Moh. Zali dan Rosidah benar-benar terpukul. Suami istri (pasutri) yang tinggal di Dusun Minian, Desa Asem Jaran, Kecamatan Banyuates, itu kehilangan perhiasan emasnya. Mereka mengklaim rugi sekitar Rp 1 miliar karena jumlah perhiasan yang hilang lebih dari 1 kilogram.

Rumah pasutri tersebut disatroni pencuri yang berhasil masuk melalui jendela pada Rabu malam (29/1) antara pukul 21.00-23.00. Saat itu sang pemilik rumah sedang meninggalkan rumah untuk menghadiri acara Maulidan di dusun lain.

Moh. Zali beserta keluarganya baru tiba di rumahnya sekitar tengah malam. Dia kaget saat melihat kondisi jendela rumah bagian belakang terbuka. Begitu juga pintu pagar belakang rumahnya yang dipalang dengan linggis.

Melihat lemari dalam rumah sudah acak-acakan, korban yakin ada maling yang masuk ke rumah. Zali langsung memeriksa perhiasan emasnya yang disimpan di lemari rahasia. Setelah dilihat, ternyata beberapa keping emas miliknya raib. Selain emas, uang tunai senilai Rp 10 juta lenyap.

“Begitu tahu emas hilang, istri saya langsung menangis histeris. Tetangga pun berdatangan. Kalau ditotal, emas itu bernilai sekitar Rp 1 miliar,” katanya saat ditemui di rumahnya, Kamis (30/1).

Bapak dua anak tersebut menuturkan, perhiasan emas yang hilang itu terdiri atas gelang, kalung, anting, cincin, emas batangan, dan jam tangan emas. Perhiasan tersebut disimpan untuk persiapan pendidikan anaknya dan untuk biaya kesehatan keluarganya. “Saya beli emas itu dengan menyicil menggunakan uang dari hasil kerja saya sebagai tenaga kerja di di Arab selama lebih dari empat tahun,” tuturnya menahan sedih.

Suami Kepala Desa (Kades) Asam Jaran, Marzuki, meyakini bahwa pelakunya adalah orang dalam. Sebab, tidak pernah ada kasus pencurian di Desa Asam Jaran. ”Saya yakin pelakunya orang sekitar sini. Tidak mungkin orang luar,” ujarnya. Atau, sambungnya, ada keterlibatan orang dalam yang mengetahui korban punya banyak emas. Pelaku juga mengetahui rumah korban dalam keadaan kosong.

Karena kejadian tersebut, Kapolres Sampang AKBP Imran Edwin Siregar, Wakapolres Kompol Faruq Afero, Kasatreskrim Polres AKP Jeni Al Jauza, serta Kapolsek Banyuates AKP Kuat Sutaryo bersama anggota satreskrim langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Mereka melakukan olah TKP didampingi pemilik rumah.

Kepada sejumlah wartawan, Kapolres Sampang AKBP Imran Edwin Siregar menjelaskan, pihaknya sudah melakukan penyeli¬≠dikan dan olah TKP. Bahkan, tim olah TKP juga mendatangkan dua anjing pelacak dari Polda Jatim untuk mendukung proses olah TKP. ”Sementara masih dalam penyelidikan. Soalnya, korban tidak langsung melapor ke Polsek setelah kejadian. Baru tadi pagi mereka lapor ke Polsek,” ungkapnya.

Menurut Imran, perhiasan yang hilang tidak sampai Rp 1 miliar. Berdasar hasil keterangan yang dia terima, perhiasan emas yang hilang “hanya” seberat 750 gram. ”Kalau diuangkan Rp 350 jutaan. Selain emas, uang korban Rp 10 juta lenyap,” tandasnya.(jpnn)