Elvira Puteri Indonesia 2014

238611_elvira-devinamira-puteri-indonesia-2014_663_382JAKARTA, BE – Pemilihan Puteri Indonesia 2014 yang dihelat di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, tadi malam diramaikan oleh 38 kontestan dari berbagai penjuru daerah. Tahun ini, malam final mengusung tema “Pesona Sumatera”. Sepanjang acara para finalis akan dibaluti busana rancangan desainer ternama yang terinsprasi dari keindahan pulau Sumatera. Mereka berlomba-lomba memperebutkan gelar juara dan mahkota yang masih dipakai Whulandary Herman, Puteri Indonesia 2013.
Hasilnya, Elvira Devinamira perwakilan Jawa Timur menjadi Puteri Indonesia 2014 mengalahkan Elfin Pertiwi perwakilan Sumatera Selatan, dan Estelita Liana perwakilan D.I. Yogyakarta. Sang pemenang Puteri Indonesia 2014 akan mendapatkan kesempatan mengikuti ajang Miss Universe.
Sebelumnya dalam babak penyisihan 10 besar selain ketiga peserta tadi ada Jawa Tengah, DKI 2, Jambi, Papua, DKI 5, Gorontalo, dan Sumatera Barat. Menjadi menarik lantaran ke sepuluh finalis yang melaju ke babak selanjutnya didominasi oleh mahasiswi. Sementara itu perwakilan Provinsi Bengkulu, Amalia Rahayu yang sempat difavoritkan ternyata di luar dugaan tidak masuk dalam 10 besar pilihan dewan juri dari artis sampai istri menteri.
Kemudian 10 finalis beradu wawasan dengan menjawab pertanyaan yang sudah disediakan. Dalam sesi ini, satu demi satu kontestan berusaha keras menjawab pertanyaan. Namun tidak semua kontestan menjawab dengan lancar, ada juga yang kesulitan menyusun kalimat sehingga terkesan terbata-bata. Beruntung, mereka langsung diselamatkan oleh Choky Sitohang dan Rahma Landy yang menghargai usaha keras dalam menjawab pertanyaan.
Adapun lima kontestan pilihan juri ini adalah wakil dari Jawa Tengah, DKI 2, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan. Mereka akan bersaing kembali menuju babak selanjutnya.
Sementara itu Puteri Indonesia 2013 Whulandary Herman sebelumnya menyampaikan pesan bagi para finalis.
“Ada banyak wasiat-wasiat yang mau Whulan sampaikan untuk adik-adik,” ujar perempuan berdarah Minang itu sambil tertawa.
Dalam pesannya, Whulan meminta agar para kontestan tetap menjadi diri sendiri.
“Mahkota tidak boleh mengubah diri sendiri. Tanggung jawab boleh berubah, tapi memegang gelar tidak mengubah diri dia sebenarnya,” katanya.

Heboh
Di bagian lain kehadiran finalis puteri Indonesia di atas panggung membuat suasana Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta  Rabu (29/1) malam meriah. Lenggak lenggok perempuan-perempuan cantik ini menimbukan kehebohan di bangku penonton.
Suasana semakin meriah saat masing-masing finalis diperkenalkan satu per satu. Teriakan dukungan nampak terdengar keras di bangku penonton.
Sayangnya tidak semua peserta mempunyai pendukung dalam event ini sehingga tidak terdengar teriakan atau dukungan.Menariknya, masing-masing pendukung mengenakan busana dengan warna sama, asesoris seperti topi yang sama. Juga ada pula yang menggunakan bendera.(**)