Ekspor Melalui Pulau Baai Meningkat

eksport
Foto ; IST

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Mimpi Pemerintah Provinsi Bengkulu menjadikan Pelabuhan Pulau Baai menjadi pusat ekspor terbesar di Bengkulu nampaknya segera terealisasi. Pasalnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu pada November 2018 lalu setidaknya mencapai 71,50 persen komoditas batu bara dan CPO diekspor melalui pelabuhan terbesar di Bengkulu ini.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Dyah Anugrah Kuswardani MA mengatakan, nilai ekspor di Provinsi Bengkulu pada November 2018 yang melalui Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu mencapai US$ 14,89 juta atau 71,50 persen, sementara yang melalui Pelabuhan Teluk Bayur, Sumatera Barat mencapai US$ 0,39 juta atau 1,86 persen, melalui Pelabuhan Sungai Musi/Boom Baru, Sumatera Selatan mencapai US$ 3,42 juta atau 16,44 persen, melalui Pelabuhan Tanjung Priok DKI Jakarta mencapai US$ 2,12 juta atau 10,19 persen, dan melalui Kualanamu International Airport Sumatera Utara mencapai US$ 1,41 ribu atau 0,01 persen.

“Kita bersyukur dari nilai ekspor sebesar US$ 20,83 juta pada November 2018 lalu, sebanyak 71 persen dilakukan melalui Pelabuhan Pulau Baai,” kata Dyah, kemarin (3/1).

Seperti diketahui, beberapa komoditas yang diekspor melalui Pelabuhan Pulau Baai kebanyakan adalah batu bara, kemudian diikuti CPO dan produk lainnya.  Dengan semakin meningkatnya ekspor ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi Bengkulu. “Sebelumnya kita banyak melakukan ekspor melalui Teluk Bayur Sumatera Barat, saat ini kegiatan ekspor banyak difokuskan melalui Pelabuhan Pulau Baai, sehingga diharapkan kegiatan ekonomi semakin meningkat,” tutupnya.

Menanggapi hal ini, Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA mengaku optimistis Pelabuhan Pulau Baai akan tumbuh menjadi pelabuhan yang dapat mendorong perekonomian Bengkulu pada 2019 ini. Bahkan, pihaknya akan membuat Pelabuhan Pulau Baai menjadi kawasan karantina hewan nasional serta kawasan peti kemas nasional. “Kita optimis Pelabuhan Pulau Baai akan menjadi besar nantinya,” kata Rohidin.

Selain itu, agar Pelabuhan Pulau Baai semakin besar, pihaknya juga berharap pembangunan Terminal Curah Cair juga dapat terealisasi dan memberikan kontribusi tersendiri. Bahkan, Terminal Curah Cair ini nantinya akan mampu menampung 19 tangki penampung bahan curah cair seperti minyak sawit (CPO) berkapasitas 3.000 ton per tangki dan diproyeksikan mampu melayani 25 juta ton bahan curah cair per tahun. “Semoga ekspor melalui pelabuhan ini bisa terus dilakukan, seiring dengan meningkatnya infrastruktur di pelabuhan ini,” tutupnya.(999)