Ekspor Kopi Masih Minim

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan Bengkulu. Sayangnya, hingga kini ekspor kopi dari Bengkulku masih minim. Buktinya, dari total produksi kopi sebanyak 80 ribu ton, yang diekspor hanya 2 ribu ton. Lebih parahnya lagi kopi tersebut diekspor tidak melalui Bengkulu, tetapi melalui Provinsi Lampung dan Jakarta.

Ketua AEKI Provinsi Bengkulu, Bebby Hussei mengaku, saat ini ekspor kopi Bengkulu memang masih sangat minim. Hal ini disebabkan ekspotir lebih memilih mengirim melalui Lampung. Menurutnya, eksportir memilih melalui Lampung karena lebih efisien dan biayanya lebih murah.

“Di Bengkulu itu hanya bisa satu kali ekspor hanya 5 ribu hingga 6 ribu deadwight toonage (dwt). Kalau di Lampung bisa sampai 10 ribu dwt. Jadi tentunya lebih efisien dan biaya murah,” kata Bebby, kemarin (16/10).

Padahal menurutnya, kopi yang dikirim melalui Lampung tersebut berasal dari Bengkulu. Oleh sebab itu, ke depan diharapkan kopi mampu dikirim langsung melalui Bengkulu. Sehingga secara otomatis juga dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bengkulu. Oleh karena itu, pihaknya saat ini sedang fokus untuk memperbaiki kualitas kopi. Sehingga dengan meningkatnya kualitas, maka pasar akan merespons



“Masih banyak yang harus diperbaiki. Seperti replanting, sistem panen, dan pengelolaan kopi. Mengingat, saat ini masih ada petani yang mengoplos kopi. Jika kopi dioplos maka ini tidak bisa diekspor,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Bengkulu, Erdiwan SH mengatakan, produksi kopi di Bengkulu sangat tinggi, namun tidak diiringi oleh kegiatan ekspor.
Padahal kopi Bengkulu masuk tiga besar nasional, artinya potensi untuk menjadikan kopi sebagai komoditas utama besar peluangnya.

“Saya sangat menyayangkan apabila Bengkulu sampai tidak melakukan ekspor kopi. Bengkulu sangat berpotensi menjadi eksportir kopi yang maju. Namun hal tersebut bisa terwujud jika pengusaha kopi, UKM serta koperasi paham bagaimana cara melakukan pemasarannya,” kata Erdiwan.

Selain itu, Ia juga berharap, kepada pelaku UKM, koperasi dan pengusaha kopi bisa lebih memahami bagaimana cara pemasaran kopi Bengkulu. Sehingga nantinya akan meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Bengkulu.”Kita harapkan mereka bisa membantu kita dalam hal ekspor kopi, kalau ini berjalan maka masyarakat petani kopi juga yang diuntungkan,” tutupnya.(999)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*