Ekspor Bengkulu Turun 34,92 Persen

BENGKULU, BE – Ekspor Provinsi Bengkulu selama November 2012 tercatat sebesar US$ 16,901 juta atau turun sebesar 34,92 persen bila dibandingkan dengan ekspor pada bulan Oktober 2012 yang tercatat sebesar US$ 25,971 juta.  Ini disampaiakan Kepala Bidang Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu Bambang Widjanarko, Rabu lalu (2/1).
” Jika dibandingkan dengan bulan Oktober. Dari ketiga komoditas utama ekspor Provinsi Bengkul dua diantaranya mengalami penurunan, yaitu ekspor batu bara dan karet. Sedangkan cangkang sawit mengalami kenaikan,” jelas Bambang.

Selanjutnya Bambang menjelaskan berdasarkan komoditasnya, ekspor batu bara tercatat sebesar US$ 13,155 juta atau turun sebesar 41,95 persen bila dibandingkan dengan ekspor pada bulan Oktober 2012 yang tercatat sebesar US$ 22,663 juta. Sedangkan ekspor karet tercatat sebesar US$ 2,635 juta atau turun sebesar 5,39 persen bila dibandingkan dengan ekspor pada Oktober 2012 yang tercatat sebesar US$ 2,785 juta. Ekspor cangkang sawit tercatat sebesar US$ 1,111 juta atau naik sebesar 112,43 persen bila dibandingkan dengan ekspor Oktober 2012 yang tercatat sebesar US$ 523 ribu.

” Jika dibandingkan dengan ekspor pada periode Januari hingga Nopember tahun 2011 tahun ini mengalami kenaikan sebesar 9,79 persen,” terang Bambang.

Menurut Bambang ekspor pada periode Januari hingga Nopember tahun 2011 sebesar US$ 223,783 juta, Sedangkan pada periode Januari hingga Nopember tahun 20112 sebesar US$ 245,702 juta. Berdasarkan komoditas, ekspor batubara bulan Januari-November 2012 tercatat sebesar US$ 210,6813 juta (naik sebesar 36,22 persen bila dibandingkan dengan ekspor pada bulan Januari-November 2011 yang tercatat sebesar US$ 154,660 juta). Ekspor karet bulan Januari-November 2012 tercatat sebesar US$ 28,066 juta (turun sebesar 53,74 persen bila dibandingkan dengan ekspor pada bulan Januari-November 2011 yang tercatat sebesar US$ 60,669 juta).

Ekspor cangkang sawit bulan Januari-November 2012 tercatat sebesar US$ 6,010 juta (naik sebesar 12,02 persen bila dibandingkan dengan ekspor pada bulan Januari-November 2011 yang tercatat sebesar US$ 5,365 juta dan ekspor biji besi bulan Januari-November 2012 tercatat sebesar US$ 945 ribu atau turun sebesar 69,40 persen bila dibandingkan dengan ekspor pada bulan Januari-November 2011 yang tercatat sebesar US$ 3,088 juta.

“Penurunan ekspor ini disebabkan turunnya harga komoditas ekspor tersebut. Selain itu kemugkinan ada jalur keluar lain selain melalui pelabuhan Pulau Baai.Karena data yang BPS ambil hanya dari Pulau Baai,” ungkap Bambang.

Beberapa negara menjadi tujuan ekspor Provinsi Bengkulu pada Bulan November 2012 ekspor ke India mencapai angka terbesar yakni US$ 4,651 juta atau 27,52 persen dari keseluruhan ekspor, diikuti Philipina US$ 3,444 juta (20,38 persen), Amerika Serikat US$ 2,635 juta (15,59 persen), Korea US$ 1,958 juta (11,59 persen), China US$ 1,373 juta (8,12 persen), Malaysia US$ 1,130 juta (6,68 persen), Thailand US$ 1,111 juta (6,57 persen) dan Vietnam US$ 599 ribu (3,55 persen).(cw2)